Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak telah menyita mobil Subaru. Mobil-mobil Subaru disita karena masalah pajak. Sebanyak 20 mobil Subaru akan dilelang dalam waktu dekat.

Kasus ini mulai menghancurkan Subaru ketika Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan audit bea cukai dan pajak kurang pada 17 Juli 2014. Direktorat Jenderal Pajak memberikan batas waktu 15 Agustus 2014 sehingga Subaru membayar bea masuk dan pajaknya kekurangan.

Setelah jatuh tempo, ternyata kekurangan itu tidak dibayar. Direktorat Jenderal Pajak juga menyita ratusan unit mobil Subaru di seluruh Indonesia.

Sekarang, berdasarkan Pengumuman Lelang Nomor Peng-4 / KPU.01 / BD.02 / 2019 tentang Lelang Pelaksanaan Pajak, Bea Cukai akan melakukan lelang penyitaan pajak. Sedangkan untuk yang dilelang, ada 20 mobil Subaru pada 2011 hingga 2014.

Foto: Istimewa

Lelang akan diadakan pada hari Senin 15 April 2019. terbuka penawaran melalui aplikasi lelang di https://www.lelang.go.id. Waktu penawaran buka mulai pukul 07.30 WIB hingga 09.30 WIB.

detikers tertarik? Masih berdasarkan surat pengumuman, penawar harus memiliki akun terverifikasi di situs web https://www.lelang.go.id.

Panitia lelang juga membuka kesempatan bagi peserta untuk melihat mobil secara langsung sebelum proses lelang dimulai. Open house dibuka pada hari Jumat 12 April 2019 dan Sabtu 13 April 2019 pukul 10.00-15.00 WITA di tempat parkir Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Pusat Pabean Ngurah Rai, Jalan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Mobil Subaru yang dilelang cukup beragam. Mulai dari Subaru Forester 2.0XT AWD CVT lansiran 2013 dengan nilai batas Rp 130 juta dan uang jaminan Rp40 juta hingga Subaru Impreza 2012 dengan nilai batas Rp336 juta dan uang jaminan Rp100 juta.

Dari daftar objek lelang dalam surat pengumuman, tidak semua mobil memiliki registrasi kendaraan dan BPKB. Setidaknya 14 mobil dari 20 unit Subaru yang dilelang belum dilengkapi dengan STNK dan BPKB.

Berikut ini adalah tabel objek lelang Subaru:

Foto: Istimewa

Sementara itu, AFP melaporkan sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan audit atas bea masuk dan tampilan Subaru. Rinciannya adalah:

1. Bea masuk sebesar Rp. 115,9 miliar.
2. PPN sebesar Rp. 40,5 miliar.
3. PPNbM sebesar Rp. 163 miliar.
4. PPH dalam jumlah Pasal 22 Rp. 10 miliar
5. Denda Rp 1,1 triliun.

Totalnya 1,503 triliun. (rgr / ddn)