Rem otomatis menyelamatkan lebih dari 1.000 nyawa per tahun di Eropa saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Sebanyak 40 negara dan wilayah termasuk Jepang dan Uni Eropa telah menyetujui rancangan peraturan PBB yang akan membutuhkan sistem pengereman otomatis untuk mobil penumpang baru dan kendaraan komersial ringan. Langkah ini semakin membuka jalan bagi era self-driving atau self-driving.

Sistem pengereman darurat yang canggih, atau AEBS, akan menjadi kewajiban pada awal tahun 2020. Sistem ini menganalisis mobil, dan rintangan di depan, kemudian mengaktifkan rem jika ada bahaya tabrakan.

Tujuan langsung dari peraturan ini adalah untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, AEBS juga merupakan teknologi inti dari kendaraan otonom.

Korea Selatan dan Rusia juga berpartisipasi dalam kerangka peraturan. Amerika Serikat, Cina, dan India tidak, tetapi jika aturan ini berlaku, pembuat mobil yang tidak memasang rem otomatis mungkin tidak dapat menjual kendaraan mereka di Jepang, Eropa, dan di tempat lain.

Ini dapat mendorong produsen di negara-negara yang tidak dicakup oleh peraturan untuk mengadopsi rem. U.N. Komisi Ekonomi untuk Eropa (ECE) meminta lebih banyak negara untuk bergabung, dan berencana untuk menetapkan aturan formal tahun ini.

"Rem otomatis mengurangi tabrakan saat mengemudi dengan kecepatan rendah hingga 38 persen, dan dapat menyelamatkan lebih dari 1.000 nyawa per tahun di UE saja. Komisi mengatakan aturan baru akan berlaku untuk lebih dari 15 juta mobil setiap tahun di UE dan lebih dari empat juta di Jepang., "kata ECE, dikutip dari halaman Nikkei Asian Review, Rabu (13/2).

Rem otomatis telah dipasang di lebih dari 60 persen mobil Jepang baru. Pada minivan high-end Toyota Motor, rem yang mendeteksi pejalan kaki di malam hari adalah standar.

Subaru juga menggunakan sistem pendukung mengemudi yang aman yang disebut EyeSight, yang mencakup pengereman otomatis. Pemerintah Jepang ingin rem otomatis dipasang di 90 persen mobil baru pada tahun 2020.

Jepang dan UE mendorong aturan-aturan ini, yang dibahas pada Forum Dunia ECE untuk Harmonisasi Peraturan Kendaraan. Langkah ini sebagian bertujuan untuk menetapkan standar keselamatan internasional, karena persaingan untuk pengembangan mobil otonom semakin meningkat.

Maret lalu, sebuah mobil yang dikendarai sendiri, dan dioperasikan oleh Uber Technologies, AS menewaskan seorang pejalan kaki di Arizona. Ini adalah peristiwa kematian pertama yang diketahui melibatkan kendaraan otonom.