Jakarta –

Rantai merupakan komponen penting dari sepeda motor. Secara teknis rantai berfungsi untuk menyalurkan daya dari engine ke roda belakang. Karena itu, bagian ini harus dijaga agar fungsinya tetap optimal, salah satunya adalah dengan memberikan pelumas secara teratur.

Cairan yang biasa digunakan untuk melumasi rantai motor adalah rantai pelumas. Tetapi kadang-kadang ada orang yang memilih solusi murah, menggunakan sisa oli mesin bekas.

Jika dibandingkan di antara keduanya, rantai pelumas tentu merupakan pilihan terbaik. Sementara oli mesin bekas tidak direkomendasikan untuk pelumasan rantai.

Dikutip dari situs resmi Suzuki, ada 5 alasan mengapa oli bekas tidak untuk melumasi rantai sepeda motor. Antara lain, oli mesin bekas membuat rantai motor melebar lebih cepat. Imbasnya, rantai bisa longgar atau melar. Selain itu, oli mesin bekas juga berisiko membuat komponen rantai mudah rusak, seperti o-ring dan lainnya.

Di sisi lain, pelumasan menggunakan oli mesin bekas tentu tidak akan optimal, karena cairan memang dibuat untuk meminimalkan gesekan antar komponen di ruang mesin. Bukan untuk rantai dan roda gigi.

"Oli mesin bekas mengandung bubuk gram dan kotoran dari dalam mesin. Kotoran ini dapat menempel, dan sebagai gantinya akan menarik lebih banyak kotoran untuk menempel pada rantai," tulis pernyataan Suzuki.

"Oli mesin bekas juga lengket, dan benar-benar akan mencemari rantai, bukan melumasi. Dengan kata lain, menggunakan oli bekas sebagai pelumas rantai bukanlah ide yang baik. Bahkan dalam situasi darurat," katanya.

Lihat videonya "The New GLS, S-Class Mercedes SUV"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)