Jakarta – Volkswagen sebagai salah satu grup perusahaan mobil terbesar di dunia mempresentasikan rencana bisnisnya dalam 10 tahun ke depan. Dalam Konferensi Tahunan Grup Volkswagen yang diadakan baru-baru ini, telah ditentukan arah industri yang akan mereka kuasai.

Setelah disentuh tahun lalu, Volkswagen mengungkapkan komitmennya terhadap kendaraan bertenaga listrik, berencana mengeluarkan 50 model mobil listrik. Tetapi CEO Volkswagen Herbert Diess merevisi jumlah itu dan menggantinya dengan total 70 model listrik baru dalam sepuluh tahun ke depan. Selain itu, ia juga akan meningkatkan target penjualan untuk segmen ini dari 15 juta menjadi 22 juta, atau rata-rata 2,2 juta per tahun.

"Volkswagen berupaya menyediakan mobilitas individu bagi jutaan orang di tahun-tahun mendatang, lebih aman, lebih bersih, dan mobilitas individu yang lebih terhubung sepenuhnya. Untuk mendukung investasi elektrifikasi kita harus melakukan peningkatan lebih lanjut dalam efisiensi dan kinerja di semua bidang," kata Diess seperti dilansir oleh Autoevolution.com

Motivasi Volkswagen untuk meluncurkan begitu banyak mobil listrik didorong oleh kepatuhannya terhadap Perjanjian Paris. Berdasarkan ketentuan perjanjian, perusahaan bermaksud untuk memotong 30% CO2 di dunia dengan perbandingan pada tahun 2015.

Secara keseluruhan, pada tahun 2030 ditargetkan bahwa sebanyak 40 persen dari lini produksi Volkswagen terdiri dari kendaraan listrik.

Langkah awal VW adalah peluncuran Audi e-tron dan Porsche Taycan. Pada akhir tahun ini akan diikuti oleh keluarga mobil ID dengan Crozz, Buzz, dan Vizzion.

Mobil Modularer E-Antriebs-Baukasten (MEB) lainnya akan diluncurkan oleh merek lain dalam grup: Skoda Vision E dan SEAT el-born. (riar / lth)