Jakarta –

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) akan berakhir, pemerintah telah menyiapkan skenario Normal Baru di sektor transportasi. Baru-baru ini beredar di media sosial, pengemudi ojek online (ojol) juga menyiapkan partisi untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Taksi ojek online telah dilarang membawa penumpang sejak PSBB diberlakukan di Jakarta dan kota-kota sekitarnya. Dalam periode itu ojol hanya diperbolehkan mengangkut barang atau membeli makanan.

Sejalan dengan rencana untuk PSBB Jakarta berakhir pada 4 Juni, ojek online bersiap untuk mengangkut penumpang lagi. Taksi sepeda motor online diminta untuk mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Mempersiapkan normalitas baru, Ojol memasang penyekat pada tubuhnya agar aman dari transmisi COVID-19. Sebelumnya penggunaan partisi ini muncul di akun Instagram @ dramaojol.id.

Dalam sebuah posting pada Kamis (28/5), seorang pengemudi Grab menggunakan partisi transparan. Partisi terpasang terbuat dari bahan serat pada tubuh pengemudi menggunakan harness seperti rig.

[Gambas:Instagram]

Mungkinkah ini protokol kesehatan dan keselamatan baru yang akan digunakan oleh operator ojek online di Indonesia?

Ketua Presidium Nasional Penjaga, Igun Wicaksono menggunakan partisi untuk mengantisipasi melindungi mitra dan penumpang dari penularan virus COVID-19, yang terbuat dari bahan ringan.

"Jika produksi kami terbuat dari bahan papan serat ringan. Jika aplikator membelinya dari kami, silakan terapkan, atau aplikator tersebut memiliki konsep partisi sendiri, silakan," kata Igun kepada detikOto, Minggu (31/5/2020).

Penggunaan partisi untuk menghindari penularan virus corona telah diterapkan oleh beberapa pengemudi taksi online. Mereka membuat penghalang menggunakan bahan transparan yang melindungi antara kursi pengemudi dan penumpang.

Lihat video "Polisi Daerah Sulawesi Tenggara Memberikan Takjil kepada Warga Melalui Ojol"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lua)