Jakarta –

Langkah-langkah ojek online membuat sekat pemisah guna memberikan rasa aman kepada penumpang dari tidak tertular virus Corona patut diapresiasi. Tapi ojol juga harus mengutamakan keselamatan saat menggunakan partisi pelindung ya.

Nah, kali ini PT Astra Honda Motor (AHM), melalui Safety Riding Manager, Johannes Lucky di acara NGOVID FORWOT bersama Astra Honda Motor bertema 'Saling Menjaga Bikers di Era New Habit Adaptation'. memberikan masukan bagaimana membuat partisi yang aman digunakan saat berkendara.

“Jadi pembatas di belakang yang kita edukasi tidak boleh melebihi kepala, hal ini terkait jika ada angin dari depan agar tidak mengganggu proses berkendara,” kata Johannes Lucky.

“Karena fungsinya untuk menjaga jarak tapi tidak mengganggu saat berkendara. Jadi asal tidak terlalu tinggi dan terlalu lebar masih boleh,” imbuh Lucky.

Soal kecepatan, menurut Lucky, kalau tidak terlalu panjang, lebar dan tidak mengganggu gerak badan. Partisi yang aman masih dapat digunakan hingga kecepatan 60-70 km / jam.

"Kecepatannya? Kami tidak pernah mencobanya untuk kami gunakan dan pada kecepatan berapa, tetapi jika 60-70 km / jam, saya pikir itu masih berfungsi karena itu adalah kecepatan normal batasi (untuk partisi yang bagus), ”kata Lucky.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin menambahkan langkah ojol agar dapat menggunakan partisi juga dapat menjadi pembatas kecepatan ojol.

“Sebenarnya ini salah satu cara untuk membatasi ruang gerak dan menekan penularan virus korona, tapi kita tidak bisa banyak bicara karena kalau kita bicara harus berdasarkan data,” kata Muhib.

Pengemudi Ojol kembali diizinkan untuk membawa penumpang. Meski begitu, protokol kesehatan tetap wajib, salah satunya dengan memasang separator atau screen. Foto: Antara Foto

Namun upaya membatasi gerak ojol ini harus kita apresiasi. Kita lihat ini salah satu cara untuk membatasi ruang gerak, tentu pengendara akan dibatasi dengan sendirinya, secara tidak langsung bisa menjadi pembatas kecepatan dan ojol akan mengaturnya. kecepatannya sendiri, ”tambah Muhib.

Muhib juga mengatakan bahwa partisi itu dianggap tidak cukup untuk dapat menekan transmisi. Kesadaran penumpang untuk membawa helm sendiri juga penting.

“Menurut saya ini belum cukup. Disarankan agar penumpang menggunakan helm sendiri. Selain itu penumpang dan pengendara atau ojol juga menggunakan masker agar semakin berlapis. Karena menurut saya ada 3 protokol dasar, siapapun kita adalah, kita harus menggunakan topeng, menjaga jarak dan mencuci sisa tangan. Partisi pemisah hanya turunan dari protokol, "Muhib menyimpulkan.

Tonton videonya "Pengemudi Ojol Ditendang di Pekanbaru, Pelaku Sudah Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / rgr)