Jakarta – ABS di industri otomotif saat ini sangat dibutuhkan. Bukan & # 39; selama Anda bahagia & # 39; seperti yang disampaikan oleh Prabowo Subianto saat debat tadi malam. ABS di dalam kendaraan adalah sistem pengereman anti-kunci.

ABS saat ini tidak hanya digunakan pada kendaraan roda empat. Sepeda motor juga dianggap membutuhkan lebih banyak fitur rem.

Diketahui, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sangat tinggi. Untuk alasan ini, pabrikan roda dua berusaha mengurangi jumlah kecelakaan dengan menyematkan fitur keselamatan, salah satunya adalah ABS.

ABS disebut sebagai peran penting dalam mengurangi kecelakaan. Managing Director Bosch Indonesia Andrew Powell menyatakan beberapa waktu lalu dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Bosch dan Universitas Indonesia, jika semua sepeda motor di Indonesia dilengkapi dengan ABS, hingga 27 persen dari total jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dapat dihindari.

"Penelitian yang dilakukan oleh UI dan Bosch juga mengungkapkan bahwa 72 persen kecelakaan di Indonesia melibatkan sepeda motor," katanya.

Fungsi ABS ketika pengereman mendadak terjadi, roda tidak akan mengunci sehingga kendaraan lebih mudah dikendalikan. Sistem elektronik pada ABS mampu mendeteksi kecenderungan roda untuk mengunci dan mengurangi tekanan pada rem.

Alhasil, kendaraan tetap terkendali meski pengemudi mengerem penuh pada berbagai kondisi permukaan jalan dengan cengkeraman yang berbeda-beda. Jika terjadi pengereman mendadak, pengemudi masih dapat menghindari tabrakan kendaraan atau benda lain dan menghentikan kendaraan dengan aman.

"ABS telah berkontribusi pada pencegahan kecelakaan selama lebih dari 40 tahun, membuat jalan lebih aman bagi semua pengguna jalan. Selain itu, ABS juga membuat roda mudah terhindar dari flek yang disebabkan roda terkunci dan tergelincir," kata Andrew.

[Gambas:Instagram]

(rgr / ddn)