Jakarta – Dengan jumlah kendaraan saat ini, Indonesia menderita kerugian karena kemacetan mencapai triliunan rupiah per tahun. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan beberapa waktu lalu, di Jabodetabek saja kerugian akibat kemacetan mencapai Rp 65 triliun setahun.

Jadi apakah ada kebijakan uang muka (DP) nol persen atau uang muka 0% untuk kredit sepeda motor dan mobil yang mulai berlaku sekarang membuat Indonesia khususnya Jakarta lebih macet dan merugi?

Ketua Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiharto mengatakan bahwa ini tidak selalu berbanding lurus. Kemacetan yang berdampak pada kerugian negara, katanya, disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kekacauan infrastruktur jalan dan manajemen lalu lintas.

"Kami sangat prihatin dengan hal ini. Karena itu mari kita bersama-sama. Kita membutuhkan manajemen lalu lintas yang lebih baik, mempercepat pembangunan jalan seperti persimpangan dan angkutan umum, memperkuat masalah disiplin lalu lintas, dan memperhatikan kelaikan jalan. Kendaraan," katanya, dihubungi detikOto oleh telepon di Jakarta pada Jumat (11/1/2019).
Lebih jelasnya, simpang susun yang dimaksud adalah ketersediaan fly over atau underpass. Karena tidak semua persimpangan lalu lintas diperlukan.

"Memang, lampu lalu lintas diperlukan untuk mengatur jalan. Tetapi jika ada lebih banyak kendaraan, kita perlu jalan layang atau underpass untuk mendobrak penumpukan," jelas Jongkie.

Sedangkan disiplin lalu lintas yang dimaksud adalah mengurangi angkutan umum (karena menunggu penumpang). "Kelayakan kendaraan di jalan juga diperhitungkan dan bertindak tegas. Misalnya jika kita dari Slipi menuju Merak, itu pendakian yang tinggi. Di depan kadang-kadang ada truk yang melaju 5 km / jam, tidak kuat karena overloading. Saya sering kesana karena masalahnya, "katanya lagi.

Jadi itu belum tentu karena banyaknya kendaraan yang bersirkulasi (yang menyebabkan kemacetan). "Kami harus memperbaiki penyebab kemacetan. Gaikindo juga khawatir bahwa kerugian hingga Rp 65 triliun diungkapkan oleh Presiden kemarin," lanjut Jongkie.

"Kami juga menghargai bahwa kendaraan massal sekarang mulai mendapatkan yang baik, ada MRT, LRT, TransJakarta juga, dll. Tetapi ini juga harus diimbangi dengan manajemen lalu lintas yang baik," pungkasnya. (ruk / ddn)