Jakarta – Pemerintah Indonesia mengubah skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) di sektor industri otomotif yang akan diterapkan pada tahun 2021. Melalui skema ini, PPnBM tidak lagi didasarkan pada kapasitas mesin lagi tetapi dalam hal efisiensi atau tingkat emisi.

Karena itu, semakin rendah emisi kendaraan, semakin rendah pajak yang akan dikenakan. Namun ini tidak serta merta membuat harga jual mobil tersebut turun seperti yang dikatakan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia selaku distributor resmi Mitsubishi di Indonesia.

"Jika ini diterapkan (skema PPnBM baru), itu pasti ada hubungannya dengan harga kendaraan. Tetapi sangat jarang harga turun. Kecuali kita mengaitkannya dengan mobil listrik," kata PT MMKSI Sales & Direktur Pemasaran Irwan Kuncoro di Jakarta tadi malam (13/3/2019).

Dia juga menjelaskan harga Mitsubishi Xpander pada awal 2019, secara umum, juga terjadi pada model kendaraan lain. "Jika kenaikan harga setiap tahun tidak bisa dihindari karena ada kenaikan BBN (Fee for Returning Names). Tetapi bagi konsumen, itu dipahami. Tidak ada masalah," kata Irwan.

"Intinya adalah harga tetap kompetitif," tambahnya.

Tentang mobil listrik itu sendiri, Irwan juga mengatakan bahwa Mitsubishi sedang mempersiapkan sesuatu untuk Indonesia. Tepatnya mulai tahun ini.

"Tunggu saja, tahun ini kita punya kejutan," Irwan menyimpulkan.

(riar / riar)