Jakarta –

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kemungkinan penerapan ganjil genap di seluruh ruas jalan di Jakarta. Meski ganjil-genap belum diterapkan pada semua ruas jalan, Pemprov DKI Jakarta masih melakukan kajian.

Dinyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus melakukan evaluasi terkait aturan kebijakan genap ganjil selama masa transisi PSBB. Syafrin mengatakan, pihaknya juga membuka opsi pemberlakuan ganjil-genap di seluruh ruas jalan di Ibu Kota selama 24 jam. Acuan aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Selama Masa Transisi Menuju Masyarakat yang Sehat, Aman, dan Produktif.

“Bukan tidak mungkin pola ganjil genap yang diatur dalam Peraturan Gubernur 51/2020 tentang PSBB pada masa transisi ini bisa diterapkan. Apa itu? Bisa diterapkan di semua ruas jalan, bisa diterapkan sepanjang hari, Bisa juga diterapkan untuk semua kendaraan bermotor di jalan raya. Kami terapkan tidak sebagian, ”ujarnya beberapa hari lalu.

Dalam Pergub tersebut, pasal 17 menyebutkan pelaksanaan pengendalian moda transportasi pada masa transisi PSBB. Salah satunya termasuk pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap. Di sana disebutkan pembatasan ganjil-genap untuk mobil pribadi termasuk sepeda motor.

Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap di wilayah pengawasan lalu lintas, ”bunyi Pasal 17 ayat 2 huruf a.

Peraturan tersebut tidak menyebutkan wilayah kendali lalu lintas. Namun lebih lanjut dijelaskan pada ayat 3 pasal 17, pemberlakuan wilayah kendali lalu lintas dengan sistem genap ganjil ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Artinya, jika ganjil genap diterapkan pada semua ruas jalan dan untuk semua kendaraan bermotor (termasuk sepeda motor) maka harus menunggu SK Gubernur.

“Dalam hal ada Keputusan Gubernur tentang Daerah Pengatur Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, Dinas Perhubungan harus menetapkan pedoman teknis ruas jalan yang diberlakukan sistem Ganjil Genap,” kata ayat 4 pasal tersebut. 18 Peraturan Gubernur 51/2020.

Untuk saat ini, hanya 25 jalan yang diberlakukan dengan sistem ganjil-genap. Ke 25 ruas jalan ganjil genap tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019. Ganjil Genap saat ini berlaku pada hari Senin-Jumat (kecuali hari libur nasional) pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Menurut Syafrin, opsi ganjil genap untuk semua ruas jalan dibuka dengan tujuan membatasi pergerakan masyarakat selama masa transisi PSBB. Saat ini, Pemprov DKI hanya berwenang membatasi mobilitas warga dengan menerapkan aturan ganjil genap.

“Jadi pelaksanaan saat ini sekali lagi menjadi instrumen kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pengendalian pergerakan warga, karena sejak pencabutan SIKM pada 14 Juli sudah tidak ada lagi instrumen untuk mengontrol pergerakan warga. Warga di Jakarta. Saat ini kami memiliki kewenangan penuh terkait pembatasan lalu lintas. berupa sistem genap ganjil, "ujarnya.

Tonton video "Kapan ganjil-genap di Jakarta mulai berlaku?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)