Jakarta –

Memang banyak sekali jenis atau bentuk marka jalan di aspal jalan raya, bahkan detikers akan sering menjumpai marka jalan dengan warna garis yang berbeda, seperti garis putih, kuning, merah dan coklat. Apa bedanya ya?

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptari menuturkan kepada detikOto perbedaan peran masing-masing warna marka jalan.

Marka jalan berwarna putih, penggunaan jalan wajib mengikuti perintah atau larangan sesuai bentuknya. Sedangkan marka jalan berwarna kuning, pengguna jalan dilarang singgah di kawasan tersebut, misalnya Yellow Box Juction dan larangan parkir, "kata Rudy.

Sedangkan untuk jalan khusus, lanjut Rudy. Kemudian marka jalan akan diberi warna merah.

Sejumlah petugas Bina Marga mengecat marka jalan di kawasan Underpass Tanah Abang. Hal itu dilakukan untuk menyambut HUT Jakarta ke-492. Foto: Agung Pambudhy

Marka jalannya berwarna merah, ini kebutuhan atau rambu khusus, misalnya untuk jalur khusus bus Transjakarta. Selain itu ada juga marka jalan berwarna lain seperti hijau atau coklat. Marka jalan ini menunjukkan kawasan minat khusus yang harus dilengkapi rambu atau penunjuk arah, misalnya jalur. khusus untuk pesepeda, "kata Rudy.

Sebagai catatan, terdapat beberapa dasar dalam pembuatan marka jalan di Indonesia, antara lain Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Penandaan Jalan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.106 / AJ.501 / DRJD / 2019 tentang Pedoman Marka Jalan.

Tonton video "Melarikan diri setelah menabrak ibunya, pengemudi di Pinrang hampir dipukuli"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)