Jakarta – Penggunaan ponsel termasuk GPS saat berkendara dianggap berbahaya dan dapat dijatuhi hukuman penjara. Padahal GPS itu sendiri sudah cukup membantu pengemudi ketika mencari alamat.

Tetapi melihat GPS dianggap mengganggu fokus pengemudi sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan. Itu memicu Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak gugatan terhadap Pasal 106 ayat 1 yang dikaitkan dengan penggunaan GPS pada ponsel.

Untuk Otolovers yang berniat menggunakan GPS tanpa takut dipenjara, mereka dapat menggunakan instruksi suara. Dengan demikian mata tetap fokus ke depan tetapi arahnya masih ditunjukkan oleh GPS.

"Tetapi lebih aman dengan mode suara dan manajemen perjalanan dengan mempelajari rute melalui GPS agar lebih aman," jelas Instruktur Berkendara Rifat Drive Labs Andry Berlianto saat dihubungi detikOto, Selasa (5/5/2019).

Jika Otolovers menggunakan GPS saat mengendarai sepeda motor, cara untuk memilih adalah menggunakan headset.

"Anda bisa, dengan volume hanya 20 persen sehingga Anda tidak mengganggu konsentrasi atau tanpa headset. Intinya adalah terkonsentrasi, sehingga penggunaan GPS bisa dilakukan lebih bijak," jelas Andry.

Soal penempatan GPS, Andry menyarankan agar tidak diletakkan di tempat yang menghalangi pandangan melaju.

"Yang tidak mengganggu tampilan pada umumnya. Agar mata tidak tertarik ke GPS," tutup Andry. (kering / ddn)