Jakarta –

Jarak tempuh mobil listrik yang ditentukan oleh kapasitas baterai masih menjadi alasan utama pasar enggan meninggalkan mobil berbahan bakar fosil. Salah satu solusi yang ada saat ini adalah meningkatkan jumlah titik pengisian baterai, tetapi membutuhkan investasi besar untuk itu.

Namun ada satu hal yang tidak menjadi sorotan pelanggan potensial, yaitu usia baterai itu sendiri. Saat ini sebagian besar baterai mobil yang tersedia ditentukan oleh berapa kali baterai diisi atau lebih mudah tidak ada yang bertahan lebih dari 5 tahun atau lebih dari 320 ribu km.

Setelah kehidupan ini, baterai tidak dapat digunakan lagi dan menjadi limbah. Bahkan membeli baterai baru cukup mahal.

Berdasarkan kendala di atas, General Motors mengatakan mereka semakin dekat dengan baterai mobil listrik yang dapat digunakan sejauh jutaan kilometer. Temuan ini dapat menjadi dorongan bagi perusahaan mobil untuk menghadirkan produk mereka dengan tenaga listrik.

Ini dibahas oleh GM pada konferensi investor yang dilakukan secara online. Wakil Presiden Eksekutif GM, Doug Parks mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan teknologi baterai yang lebih canggih untuk mobil listrik mereka nanti.

Baterai, yang disebut ultium, diperkenalkan pada bulan Maret bersama dengan sasis mobil listrik Hummer. Baterai Ultium bertujuan untuk melewati ambang batas USD 100 per kWh, yang berarti mencapai paritas harga dengan mobil berbahan bakar fosil.

Selain itu, pengembang mobil listrik di GM juga telah mulai bekerja pada baterai dengan elektroda tanpa kobalt, elektrolit solid-state, dan kemampuan pengisian super cepat. Masing-masing inovasi ini dapat memainkan peran penting dalam membuat mobil listrik yang andal sesuai dengan kebutuhan pasar.

Cobalt saat ini merupakan bahan baku yang relatif mahal yang menyebabkan banyak masalah kesehatan dan lingkungan. Elektroda solid-state, dengan asumsi mereka siap diproduksi dapat meningkatkan stabilitas sel baterai untuk rentang hidup yang lebih lama dan meningkatkan keamanan. Sementara itu, pengisian yang lebih cepat dapat membantu mengurangi salah satu keluhan utama di antara kritik terhadap mobil listrik, yaitu lamanya pengisian dibandingkan dengan mengisi bahan bakar fosil.

Berbekal inovasi itu, General Motors mematok penjualan satu juta unit mobil listrik pada 2025 di pasar Cina dan Amerika Serikat. Itu adalah target yang tinggi, tetapi jika teknologi dapat diimplementasikan, tolok ukur dapat dicapai.

Lihat video "Mobil Listrik BMW i3s, Mungil tetapi Bertenaga"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)