Jakarta – Deru mesin dari generasi kelima Toyota Supra telah keluar. Alunan suara dilengkapi dengan mesin 3.0 liter inline 6 silinder turbo, yang dikenal sebagai mesin yang sama yang digunakan oleh BMW Z4 Roadster.

Tetapi mengapa Toyota sebagai raksasa otomotif di Jepang tidak mengembangkan mesinnya sendiri?

Meluncurkan wawancara yang dilakukan oleh autonews.europe (28/12/2019) Chief Engineer, Tetsuya Tada mengatakan bahwa ini dilakukan berdasarkan hasil survei pelanggan.

"Setiap generasi Supra sebelumnya memiliki inline-6, pelanggan berharap tidak ada yang akan menurun di seri berikutnya," kata Tetsuya Tada.

"Straight-Sixers adalah satu-satunya mesin dengan keseimbangan sempurna dan getaran rendah. Kami hanya bisa berkendara dengan lembut dengan suara yang mengasyikkan," kata Tada saat tes Supra cc.

Memang, masalahnya adalah, Toyota tidak lagi membuat mesin straight-sixers lagi. Sebagai gantinya, ia akan menggunakan mesin yang sama pada BMW Z4 Roadster. "Ini akan menghasilkan lebih dari 300 hp," kata Tada.

Pemilihan mesin baru ini juga dipilih berdasarkan pertimbangan regulasi emisi Euro 6 yang ketat. "Mesin baru yang dikembangkan untuk BMW seri 3, Z4, dan Supra, menggunakan beberapa teknologi baru untuk meningkatkan daya dan emisi," kata Tada.

Untuk diketahui Toyota menarik Supra terakhir dari Amerika Utara pada tahun 1998, tetapi mobil tetap dalam produksi untuk pasar lain sampai tahun 2002.

Tetapi tidak hanya tentang mesin, Supra juga berbagi transmisi 8-speed otomatis dengan BMW Z4, sasis, platform, dan banyak komponen mekanis. Kedua mobil tersebut dikembangkan bersama oleh duo Jerman-Jepang berdasarkan perjanjian 2012. (Riar / lth)