Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan kepada pemerintah agar sepeda motor dapat memasuki jalan tol. Proposal itu juga ditanggapi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang mengatakan sedang mendiskusikannya dengan Kementerian Transportasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Meskipun kebijakan sepeda motor untuk memasuki jalan tol masih hanya berupa proposal, komunitas KOCI (KTM Owners Community Indonesia) memandang bahwa pemerintah Indonesia belum perlu menerapkan kebijakan pintu masuk sepeda motor dalam waktu dekat.

"Dalam pandangan kami, sekarang lihat saja tingkat kesadaran lalu lintas di masyarakat kita, yang masih sangat kurang. Jadi lebih baik bagi sepeda motor untuk tidak memasuki jalan tol terlebih dahulu," kata Ketua Komunitas KOCI Alfriandy , ditemukan di Kalimalang, Jakarta Timur, Minggu (3/2 / 2019).

Selain tingkat kesadaran dan keselamatan berkendara dari pengendara Indonesia yang masih rendah, menurut Alfriandy pemerintah Indonesia lebih fokus pada pengetatan regulasi SIM (SIM) terlebih dahulu.

"Jika kebijakan ini diterapkan dengan benar, harus diizinkan masuk ke jalan tol, sepeda motor 250 cc ke atas. Jika di bawah 250 cc, maka tidak bisa secepat kecepatan mobil, dan akan mudah terombang-ambing karena bobotnya yang ringan, "lanjut Alfri.

Karena itu, Alfri mengusulkan agar pemerintah memperketat peraturan tentang pembuatan sepeda motor SIM khusus 250 cc ke atas.

"Karena ini akan paralel dengan pembuatan SIM berdasarkan kapasitas cc. Karena 250 cc ke atas, saya tahu bahwa saya harus menggunakan SIM C1. Kemudian 1.000 dan di atas C2. Itu harus diperketat lagi," pungkas Alfri. (lua / rgr)