Perawatan mobil bertransmisi matic tidak sama dengan mobil bertransmisi manual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mobil bertransmisi otomatis memerlukan perawatan khusus saat mengalami kerusakan atau mogok di tengah jalan. Mobil bertransmisi matic tidak boleh didorong saat mengalami kerusakan mesin atau mogok di jalan raya.

“Disarankan pakai towing dan harus pakai towing kalau mengalami benturan, karena kalau terpaksa didorong akan merusak bagian transmisi,” ujar Instruktur Service Training PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima secara virtual. lokakarya, Selasa.

Aji mengungkapkan, penarik mobil transmisi matic yang mogok itu diperlukan karena tidak ada pelumasan akibat mesin mati sehingga pompa oli dari transmisi mati. Ia juga mengatakan jika memang harus menggunakan crane, sebaiknya pemilik kendaraan mengetahui tenaga penggerak mobil tersebut apakah di depan atau di belakang.

“Kalau harus pakai jasa crane, pemiliknya harus tahu penggerak roda mobilnya sendiri. Jadi jangan salah, kalau itu roda depan, maka roda depan harus bergerak dan sebaliknya,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Aji, mendorong mobil dengan transmisi otomatis diperbolehkan dalam kondisi darurat. Syaratnya, jaraknya tidak terlalu jauh.

sumber: Antara