Jakarta –

Akhir pekan lalu, media sosial membangkitkan video viral dari sepeda motor yang mengendarai mobil dengan kecepatan ambulan. Bahkan, ada perselisihan antara pengendara sepeda motor dan pengemudi ambulans.

Ternyata, pengendara adalah anggota Dinas Perhubungan Kota Depok. Ini juga dikonfirmasi oleh Kadishub Depok, Dadang Wihana.

"Ya, itu anggota kami dari Dinas Perhubungan Kota Depok. Jika itu sedang ditangani oleh Kepolisian Depok, kami sedang menunggu hasil dari Kepolisian Depok," Dadang seperti dikutip oleh detikNews. Menurut Dadang, pihaknya telah menulis kepada Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menindaklanjuti tindakan individu ini.

Kejadian impeller yang mengendarai ambulans dipertanyakan. Kenapa petugas Dinas Perhubungan tidak memahami prioritas kendaraan darurat? Bahkan, menurut praktisi keselamatan mengemudi serta pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, ambulans yang membawa pasien dilindungi oleh hukum dan memiliki hak prioritas di jalan raya.

"Itu benar (anggota Dishub harus memahami aturan prioritas kendaraan darurat)," kata Jusri.

"Jadi biasakan mendengar sirene minggir / menepi," lanjutnya.

Dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada 7 kendaraan yang harus diprioritaskan di jalan raya. Salah satunya adalah ambulan yang menempati posisi kedua kendaraan yang harus diprioritaskan setelah pemadam kebakaran.

7 kendaraan yang mendapatkan hak utama di jalan raya adalah:

1. Kendaraan pemadam kebakaran yang menjalankan tugasnya;
2. Ambulans yang membawa orang sakit;
3. Kendaraan untuk memberikan bantuan dalam Kecelakaan Lalu Lintas;
4. Kendaraan yang dipimpin oleh Lembaga Negara Republik Indonesia;
5. Pemimpin dan pejabat asing & # 39; kendaraan dan lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
6. prosesi konvoi; dan
7. konvoi dan / atau kendaraan untuk tujuan tertentu sesuai dengan pertimbangan petugas Kepolisian Republik Indonesia.

Bukan hanya kendaraan sipil, bahkan mobil Presiden ketika bertemu dengan ambulan yang membawa orang sakit harus minggir dan memberi jalan.

"Bahwa mereka (ambulan) lebih ditempatkan di depan. Kita harus bergerak, harus memberikan prioritas kepada mereka segera. Seperti di negara maju memindahkan segalanya. Bahkan dalam konteks ambulan, tamu negara atau mobil RI 1 / RI 2 harus memberikan prioritas kepada mereka, termasuk pengawal mereka. Karena skala prioritas mereka di bawah, "kata Jusri.

Lihat video "Pemotor Vs Ambulance Driver pertengkaran di Depok"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)