Andre memodifikasi kinerja mesin Vespa Special 90cc pada tahun 1979.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktor Andre Taulany, yang memiliki hobi yang berkaitan dengan kendaraan bermotor, menghabiskan Rp 55 juta untuk meningkatkan kinerja mesin dari Vespa Special 90cc pada tahun 1979. Mantan vokalis Stinky ini menjelaskan bahwa ia benar-benar berniat untuk mengembalikan hijaunya. kerangka kecil dengan berbagai merek komponen balap dari Italia, seperti Polini dan Malossi.

"Jadi ceritanya adalah VIP Scooter yang juga merupakan distributor resmi produk Polini dan Malossi di Indonesia, mereka secara khusus memodifikasi dan meningkatkan mesin Vespa modern, untuk Vespa klasik mereka hanya menjual suku cadang, tetapi tidak menerima karya Vespa klasik," kata Andre dalam keterangan resmi Scooter VIP, Kamis (11/6).

Andre memberi tantangan kepada PT. Scooter Victory Inter Part (Scooter VIP) yang berlokasi di Grand Galaxy City Bekasi Selatan untuk ingin memodifikasi sepeda dengan waktu 4 minggu.

"Akhirnya, saya menantang mereka untuk memodifikasi Vespa saya, mereka hanya berpikir mereka akhirnya bersedia dan butuh sekitar 3-4 minggu karena mereka harus mengimpornya terlebih dahulu ke kepala sekolah mereka di Italia," katanya.

Dalam modifikasi ini, Vespa yang diproduksi pada 1979 memiliki beberapa bagian yang harus dirombak seperti sektor mesin dan juga bagian kakinya. Vespa ini memiliki mesin built-in yang sudah menggunakan besi cor Malossi MK4 dengan diameter 57.5mm.

"Jadi, jika masalah mesinnya adalah kami hanya membersihkan dan memperbesar lubang transfer porting yang merupakan bagian dari blok ke bak mesin sehingga aliran bensin dapat masuk dengan sempurna serta cincin piston dan gasket yang kami ganti dengan yang baru," kata Kepala Workshop VIP Scooter, Abdul Rosyid.

Pada poros engkol, Scooter VIP menggantinya dengan pin evolusi tipe Polini 15 dengan stroke 52,8 lingkaran penuh karena intake menggunakan asupan langsung Malossi ke blok dan Rsoyid menutup lubang isap default di dalam bak mesin. Untuk knalpot, Vespa ini dikemas dengan Polini Evolution 2 dengan leher besar sehingga sangat nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Di kopling, skuter ini menggunakan Malossi yang terbuat dari karbon untuk menghindari selip pada rpm tinggi. "Kemudian untuk karburator kami menggunakan PWK tipe Polini diameter 26 dengan mainjet antara 105-120, untuk sektor kaki depan dan belakang kami menggunakan Malossi RS24 tipe Shock absorber," katanya.

sumber: perantara