Jakarta –

Perebutan gelar juara dunia di MotoGP 2020 masih terbuka lebar. Jarak poin antara pebalap di klasemen juga tipis. Marc Marquez merasa aneh, menurutnya tidak ada pembalap yang mau menjadi juara MotoGP pada 2020.

Marquez dan Honda mendominasi MotoGP dalam empat musim terakhir. Dominasi pemain berusia 27 tahun itu semakin terlihat musim lalu. Di MotoGP 2019, Marquez mencatatkan 12 kemenangan. Ia hanya tidak naik podium satu kali, saat gagal finis di MotoGP Amerika Serikat.

"Aneh, karena sepertinya tidak ada yang mau menang! Tidak ada yang mau jadi juara." Kata Marquez seperti dikutip dari situs HRC, Kamis (24/9/2020).

“Sulit untuk dimengerti, maksud saya ini hanya bisa dipahami oleh para pembalap. Ketika Anda adalah seorang pembalap yang datang dari posisi kedua, ketiga, bahkan keempat, dan melihat keunggulan di depan. Anda tidak akan terlihat rugi. Anda Teruslah menyerang, dan tampil percaya diri karena tidak. punya beban (jadi juara-Red), ”sambung Marquez.

Tapi, ketika Anda berada di depan dan harus memenangkan balapan, di sinilah keraguan mulai muncul di pikiran Anda, di tubuh Anda, dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit, kata Marc Marquez.

Tujuh seri MotoGP 2020 telah digelar, enam pebalap bergantian memenangi balapan, dari tim satelit hingga pabrikan. Jarak pebalap papan atas di klasemen hanya berjarak 4 poin, dimulai dari Dovizioso, Quartararo, Vinales, dan Mir.

Bagaimana pendapat Anda tentang Marquez, tim satelit yang kini bisa bersaing dengan motor pabrikan?

"Ini bagus untuk MotoGP dan saya pikir sekarang tim satelit memiliki motor resmi sehingga itu berarti bisa memenangi banyak balapan. Ini sesuatu yang bagus karena tim satelit bisa punya gol bagus untuk satu musim, gol bagus untuk balapan, mereka bertarung di sana. Untuk sponsor, untuk semua hal ini jauh lebih baik, "kata Marquez.

Tonton video "Marquez tidak melihat Messi sebagai & # 39; penggantinya & # 39; di Honda"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / rgr)