Pada usia muda, PSF membutuhkan konsolidasi melalui tur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kegiatan tur untuk komunitas otomotif dipercaya sebagai sarana untuk saling mengenal satu sama lain. Apalagi jika usia masyarakat masih relatif muda, tentu saja keintiman dibutuhkan untuk membangun hubungan yang harmonis di antara para anggotanya.

Pemikiran itu dipicu dalam kepemimpinan Peugeot Scooter Family (PSF), yang baru berusia satu tahun. Di usia muda, PSF masih membutuhkan banyak reformasi organisasi. Kenalan timbal balik di antara anggota diperlukan sebelum pembentukan keanggotaan organisasi yang solid. "Kami akan menyatukan anggota, salah satunya adalah melalui tur," kata Ronny Herliantho, Ketua PSF untuk periode 2019-2021.

Sebelum pemilihan diadakan, sekitar 85 anggota PSF pada hari Minggu (3/3) melakukan tur keliling ke Kedutaan Besar Perancis di Jakarta. Kedatangan mereka diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah Prancis, melalui kantor perwakilannya di Jakarta. Mereka menggunakan berbagai jenis kendaraan roda dua Peugeot dari berbagai jenis yang beredar di Tanah Air. Seperti Peugeot Speedfight4, Speedfight4 R Cup, Django S, Django Evasion, Django Allure, Metropolis Allure dan Metropolis RXR.

Menurutnya, keanggotaan PSF yang kini mencapai sekitar 200 anggota di pulau Jawa dan Bali membutuhkan komunikasi yang baik sehingga PSF dapat berkembang. "Kami akan tur Bali tahun ini, kebetulan ada dealer pembukaan di sana," kata Ronny.

Ini juga akan meningkatkan kerja sama dengan komunitas otomotif lainnya untuk mendukung pengembangan FSP. Selain melakukan tur, PSF juga melakukan kegiatan pelayanan sosial bagi para korban bencana alam di Palu dan Banten.