Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta izin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam suratnya untuk membuka ruas jalan tol untuk dilalui sepeda. Dalam surat yang diterima detik.com, Anies meminta Jalan Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat dilalui sepeda setiap Minggu pukul 06.00-09.00 WIB.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai rencana ini tidak sesuai dengan fungsi utama jalan tol. Dalam regulasi tersebut, secara jelas jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

“Jalan tol dibangun untuk kendaraan roda empat ke atas,” kata Djoko saat dihubungi detik.com, Rabu (26/8/2020).

Djoko menambahkan, penempatan sepeda di jalan tol tidak bisa sembarangan. Untuk sepeda motor dibuat jalur khusus dan terdapat pembatas yang aman antara roda dua dan roda empat.

“Saat ada usulan agar sepeda motor hanya masuk tol, banyak yang menentang, kecuali ada pemisahan antara sepeda motor dengan kendaraan roda 4 ke atas, seperti tol Bali dan Jembatan Suramadu,” lanjutnya.

Selain itu, Djoko tidak melihat penggunaan bahu jalan sebagai jalur sepeda juga tidak aman. Bahu jalan jelas digunakan untuk keadaan darurat dan biasanya digunakan oleh petugas patroli jalan tol.

“Kalau ambil bahu jalan, jelas tidak boleh. Karena bahu jalan diperuntukkan untuk kondisi darurat. Selain itu, bahu jalan digunakan untuk patroli rutin petugas tol,” ucapnya.

Terlepas dari itu, usulan Anies hampir mustahil dilaksanakan. Berdasarkan Pasal 38 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, jelas sepeda tidak termasuk dalam kriteria pengguna jalan tol.

“Jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” bunyi Pasal 38 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Tonton video "Anies Merencanakan Jalur Sepeda di Flyover Lenteng Agung Horseshoe"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)