Jakarta –

Kesadaran lingkungan adalah tren yang terus menguat di industri otomotif. Termasuk dengan penampilan ban yang ramah lingkungan. Bisakah ban membuat mobil hemat bahan bakar? Atau diproduksi tanpa kerusakan lingkungan.

Ada berbagai versi pendapat tentang ban ramah lingkungan. Namun satu hal yang pasti, ban ramah lingkungan adalah ban yang diproduksi dengan tetap memperhatikan keramahan terhadap lingkungan, meski saat digunakan, dan ketika sudah pensiun.

"Ban ramah lingkungan, ketika diproduksi harus ramah lingkungan, tidak menyebabkan polusi. Saat digunakan atau digunakan, penggunaan bahan bakar menjadi kurang atau ekonomis, sehingga polutan menjadi kurang," kata Training Manager (Dunlop) PT Sumi Rubber Agen Pemegang Merek di Indonesia-Merah), Bambang Hermanu, di Cikarang, Jawa Barat.

Bambang juga mengatakan bahwa ban ramah lingkungan tidak dibuat menggunakan bahan fosil.

Ilustrasi ban pada mobil masa depan Bentley Foto: Dok. Bentley

"Atau saat menggosok permukaan jalan, itu tidak menghasilkan polutan. Ini kalau ban dibuat dari bahan fosil, maka itu akan sama dengan bahan bakar, tidak boleh," kata Bambang.

"Selain itu, ban ini ramah lingkungan, jika didaur ulang atau ketika didaur ulang tidak menyebabkan polusi besar. Jadi tidak dapat menggunakan bahan baku dari fosil atau minyak yang terbuat dari bahan bakar penerbangan, bensin, Pertamax, Pertalite, dll., kemudian dibuat menjadi karet sintetis. "Jika ini terjadi maka akan menghasilkan polusi seperti BBM," tambah Bambang.

Lalu, benarkah ban ramah lingkungan dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien?

"Ban ramah lingkungan juga bisa irit. Karena ban ini akan memiliki rolling resistance yang lebih rendah, pemakaian bahan bakar otomatis jauh lebih sedikit," tutup Bambang.

Lihat videonya "Future Futuristic Tyres Dipamerkan di GIIAS 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)