Jakarta – Beli mobil baru bukan hanya untuk dikendarai, ada baiknya juga mengetahui seluk beluk mobil layaknya tenaga penggerak. Setiap mobil memiliki tenaga penggerak yang berbeda sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Karena tidak semua penggerak roda dapat digunakan secara efektif di jalanan dengan kondisi tertentu.

Sekadar informasi ada empat jenis tenaga penggerak yang dikenal di dunia otomotif, yaitu penggerak roda depan, roda belakang, empat roda, atau pada semua roda.

Mengutip California New Roads, Jumat (18/1/2019), mobil dengan penggerak roda belakang alias RWD (Penggerak Roda Belakang) berarti bahwa semua daya dari mesin dialirkan ke roda belakang. Roda belakang adalah apa yang membuat mobil berjalan.

Roda depan tidak bertenaga dan bebas bermanuver. Kekuatan penggerak roda belakang membuat bobot mobil lebih merata dan seimbang. Ini adalah salah satu alasan mengapa kebanyakan mobil sport menggunakan tenaga penggerak roda belakang seperti Corvette dan Camaro.

Tidak hanya itu, MPV terlaris di Indonesia, Toyota Avanza, juga mengusung tenaga penggerak roda belakang. MPV Cina Wuling Confero juga mengikuti jejak Avanza dengan menggunakan penggerak roda belakang.

Selain penggerak roda belakang, ada juga penggerak roda belakang atau FWD (Penggerak Roda Depan). Mobil dengan penggerak roda depan berarti semua daya dari mesin disalurkan ke roda depan mobil. Sementara roda belakang tidak diberi tenaga.

Membawa daya penggerak roda depan membuat mobil lebih irit bahan bakar dan lebih sedikit emisi karbon dioksida. Bagi pemilik mobil yang tinggal di negara bersalju, penggerak roda depan sangat membantu. Sayangnya bagi penggemar mobil performa, mobil penggerak roda depan kurang menyenangkan untuk didorong.

Di Indonesia, mobil penggerak roda depan dilakukan pada MPV dan LCGC. Misalnya, Mitsubishi Xpander, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga mengusung penggerak roda depan.

Ada juga drive empat roda (4WD). 4WD berarti mesin memberikan tenaga ke empat roda ketika fitur 4×4 dihidupkan. Biasanya jika mobil ini didukung oleh drive 4WD, itu juga dapat dijalankan dengan fitur RWD untuk menghemat bahan bakar.

Otolovers, yang suka mengendarai mobil di jalanan dengan kondisi ekstrem, cocok untuk mengendarai mobil ini. Mobil 4WD memiliki kemampuan untuk menjelajahi semua jalan medan. Kerugian dari mobil 4WD adalah ketika fitur RWD diaktifkan, traksi lebih kecil.

Mirip dengan 4WD, tenaga penggerak All Wheel Drive (AWD) juga menguras seluruh tenaganya ke empat roda mobil. Perbedaannya adalah bahwa 4WD umumnya ditemukan di SUV atau untuk penggunaan off-road sementara AWD dapat diterapkan untuk berbagai jenis mobil mulai dari mobil sport, SUV dan lain-lain.

Ada dua jenis AWD, yang otomatis / parsial dan sepenuhnya. AWD secara otomatis mengoperasikan penggerak roda depan tetapi kekuatannya disalurkan ke semua roda jika diperlukan. AWD harus mengalirkan daya ke semua roda setiap saat. (kering / ddn)