Jakarta / Surabaya – Perjalanan KTM Road Warriors dari Jakarta ke Surabaya tidak hanya untuk menguji KTM Duke 200, New Duke 250, dan Duke 390 saja. Tetapi juga sebagai bagian dari perayaan Hari Sumpah Pemuda, Heroes & # 39; Hari dan kembali belajar Indonesia. Berbagai tempat perjuangan bersejarah juga telah dikunjungi untuk mempelajarinya lagi.

Di antaranya adalah Gedung Joeang 45, Museum Sumpah Pemuda, Rumah Bersejarah Rengasdengklok, Monumen Proklamasi, ke Tugu Pahlawan dan 10 November Museum Perjuangan di Surabaya.

Riders KTM Road Warriors 2018 di Gedung Joeang 45 Foto: Pradita Utama Pandangan dan wawasan tentang perjuangan Indonesia yang berhasil lolos perlahan dibuka kembali di benak para pengendara. Sopir perempuan dari 2018 KTM Road Warrior dari Kuningan, Jawa Barat, Chivay Sylvia Agustina memiliki kesan tersendiri setelah melihat perjuangan para pahlawan di berbagai tempat bersejarah yang dikunjungi. Foto: Pradita Utama

"Jika dibandingkan dengan era perang sebelumnya, hidup kita sudah bagus. Tapi sayangnya, kita masih tidak bisa menghargai dan bertanggung jawab di antara yang lain. Bahkan rasa nasionalisme dan patriotisme ketika kita menonton perlahan mulai berkurang. Sayang sekali, meskipun kita kuat ketika kita berpegangan tangan, "katanya.

Bikers KTM Road Warriors 2018 lainnya, Reza MS juga memiliki pandangan yang sama. "Sumpah pemuda adalah cita-cita pemuda Indonesia untuk mandiri. Mereka (pejuang) memutuskan untuk bertarung sehingga kita bisa bebas dari segala penindasan. Kami telah memperoleh kebebasan, lalu sekarang apa langkah selanjutnya," katanya.

Monumen Proklamasi di Karawang, Jawa Barat. Foto: Pradita Utama

"Sudah waktunya bagi kita untuk melindungi nama Indonesia. Tidak perlu berpikir muluk tentang bagaimana membuat Indonesia terkenal. Cukup simpan nama di mata dunia," tambah Reza.

Salah satu contoh nyata adalah mengurangi jumlah kecelakaan di Indonesia yang sudah sangat besar, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua. Melalui lalu lintas yang taat dan perilaku yang baik saat di jalan.

Museum Sejarah Rengasdengklok di Karawang Foto: Pradita Utama

"Jika tidak salah, Indonesia menduduki peringkat ke-4 kecelakaan terbesar di dunia. Sekarang ini adalah hal pertama yang perlu kita perbaiki karena dipandang oleh seluruh dunia. Mematuhi aturan, sopan santun, perilaku mengemudi di jalan, hal-hal lain yang terkait dengan ini mungkin itu kecil tetapi memiliki dampak besar. Kami memperbaiki ini dulu, "kata Reza.

"Dan jangan sombong di jalanan. Ingat, seluruh jalan adalah hak semua warga, untuk digunakan bersama," tutup pembalap KTM Road Warrior lainnya, Ruly. (ruk / ddn)