Jakarta –

Saat ini masyarakat dilarang pulang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Alasannya adalah bahwa para pelancong dikhawatirkan menjadi pembawa virus Corona ke kota asal mereka.

Berbagai metode telah diambil oleh pemerintah untuk mencegah orang yang ingin pulang. Misalnya, di beberapa titik sudah didirikan pos isolasi. Mereka yang putus asa untuk bolak-balik diminta untuk berbalik. Itu berlaku untuk kendaraan pribadi serta transportasi penumpang.

Namun ternyata, masih banyak pelancong yang melarikan diri hingga tiba di kota asalnya. Bahkan, di media sosial ada banyak orang yang menawarkan layanan untuk membawa pulang di tengah larangan kembali ke rumah.

Pengguna Facebook secara terbuka menawarkan layanan untuk membawa wisatawan ke beberapa grup Facebook. Bahkan dengan bangga salah satu pengguna Facebook yang menawarkan layanan untuk menemani para pelancong menulis, "siap menerobos blokade jalan antara njenengan (Anda) ke tujuan dengan aman dan nyaman."

Layanan Ramai Antar Homecomer di Media Sosial Foto: Spesial

Ada juga pebisnis perjalanan yang bersyukur yang bisa lolos dari isolasi. Dia mengunggah di Whatsapp Stories dan membuka pemesanan untuk mereka yang ingin pulang.

Layanan Ramai Antar Homecomer di Media Sosial Foto: Spesial

Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, mengatakan bahwa mereka yang menawarkan layanan antar pelancong harus segera ditangani. Karena pemerintah telah melarang masyarakat untuk pulang agar tidak menyebarkan virus Corona.

"Memang, keluhan muncul di mana-mana. Operator mengeluh bahwa ada banyak transportasi pribadi yang digunakan untuk AKAP (antar kota antar provinsi), kendaraan pribadi tetapi fungsinya adalah AKAP. Jika bepergian adalah plat kuning, tapi ini plat hitam tapi fungsinya adalah AKAP karena (mengantar) sampai Cirebon, Tegal, dan bahkan sampai ke Yogyakarta. Saya kira itu harus ditanggulangi, "kata Tyas kepada detikOto, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, otoritas jika ingin bekerja keras harus melacak pemilik akun yang menawarkan layanan di antara para pelancong. "Segera ditangkap," katanya.

Dilaporkan sebelumnya, masih sering ditemukan oleh para homecomers. Di lapangan, masih ada bus yang & # 39; ambil & # 39; untuk penumpang mudik di tengah larangan mudik. Hal ini diakui oleh Direktur PO SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan.

"Kami di terminal Pekanbaru diminta untuk tidak pergi, juga di Jambi dihentikan. Yang kami bingungkan, pagi ini kami memantau di Merak, ada beberapa PO yang pergi ke Pati, terus turun (dari kapal) dan terus berjalan, "kata Sani dalam diskusi melalui konferensi video dengan Institute of Transportation Studies, Minggu lalu (26/4/2020).

Dia juga memantau bahwa beberapa operator bus masih bisa berjalan. Menurutnya, bus mencapai jalan tikus.

"Ini adalah penangkapan yang lebih kencang dan kurang intens dari pihak berwenang. Jika saya melihat ini terjadi pada malam hari, di perbatasan. Ada beberapa teman PO yang mengetahui kondisi dan rahasia di lapangan. Ada orang yang membawa penumpang dari Jakarta ke Karawang, "dari Karawang (naik) bus mulai dari Karawang ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Sani.

Lihat videonya "Lulusan mudik yang berbasis di Jakarta ini melarikan diri di Bitung"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)