Yogyakarta – Meskipun kondisi ekonomi tidak kondusif, mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz keluaran masih beredar di jalanan. Mercy mampu mencatat pertumbuhan hingga dua digit, sementara BMW dapat mempertahankan penjualan lebih dari 3.000 unit per tahun.

Dengan minat yang terus menerus dari masyarakat terhadap produk mobil mewah, ada banyak pilihan mobil Eropa yang telah dirakit di Indonesia. Meski begitu, Mercedes-Benz Indonesia mengatakan tidak ingin menambah model rakitan mereka di Indonesia.

"Kami ingin menambahkan Completely Knock Down (CKD) di Indonesia, tetapi kami sedang menunggu aturan IKD (Incomplete Knocked Down) dirilis, karena belum dirilis. Selain itu, aturan Pajak Mewah belum belum diputuskan. Saya pikir jika ada keputusan, ini dapat meningkatkan penjualan, "kata Presiden & CEO PT Distribution Indonesia, Mercedes-Benz Roelof Lamberts, di Yogyakarta.

Jika dilihat, saat ini Mercedes-Benz sudah memiliki beberapa model yang sudah dirakit di Indonesia atau CKD. Seperti pada model C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLE.

"Mungkin saja, kami akan menambah model yang dirakit di Indonesia. Semuanya bisa terjadi. Karena pada 2017 penjualan CBU kami hanya 25 persen, dan sisanya adalah model yang sudah dirakit di Indonesia," kata Roelof.

"Dan kami terus melakukan hubungan dengan pemerintah untuk volume lokal (berniat untuk menambah majelis di Indonesia-Red), tentu saja kami harus melihat permintaan terlebih dahulu. Jadi mungkin kami menambahkan lokal (model yang akan dirakit di Indonesia-Red). Dan kami yakin kuota (volume penjualan-Red) diperlukan untuk menambahkan konten lokal, "tambahnya. (lth / ddn)