Jakarta – Selain menjual produk terbaru, Mercedes-Benz di Indonesia juga menjual mobil bekas. Hingga saat ini, Mercedes-Benz memiliki 3 dealer resmi di Jakarta yang berlokasi di daerah Mampang, Kuningan, dan Gandaria City.

Perbedaan antara mobil Mercedes-Benz yang dijual di dealer resmi adalah sertifikasi yang menjamin kualitas dan sejarah mobil.

"Kami juga terus mengembangkan penjualan mobil bekas bersertifikat dari Mercedes-Benz. Sebelumnya kami menggunakan merek eksklusivitas terbukti untuk kendaraan bekas bersertifikat, mulai tahun ini kami menggunakan merek Mercedes-Benz Certified untuk membuatnya lebih mudah dikenali," kata Wakil Direktur Operasi Penjualan dan Manajemen Produk, PT Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.

Tujuan jual beli bersertifikat Mercedes-Benz adalah sebagai saran bagi pelanggan untuk berdagang model-model baru atau ingin memiliki mobil Mercedes-Benz dengan dana yang tidak mencukupi untuk membeli mobil baru.

"Ini juga memfasilitasi pelanggan kami yang ingin berdagang jika calon pembeli, misalnya tidak cukup dana untuk membeli kendaraan baru, dapat mulai dari kendaraan bekas bersertifikat yang bisa menjangkau dengan layanan ini," jelas Karianto.

Untuk mobil Mercedes-Benz yang diperdagangkan di dealer harus memiliki kriteria tertentu untuk disertifikasi. Apa persyaratan utama adalah bahwa mobil harus melakukan layanan rutin di dealer resmi dan setidaknya berusia 5 tahun dari usia baru mobil.

"Jadi mobilnya jelas, sering melakukan servis rutin di dealer resmi. Lalu ada cek standar angka 130 poin. Tahun ini maksimal 5 tahun ke belakang," kata Karianto.

Pada 2018 sendiri, Mercedes-Benz membukukan penjualan 133 mobil bekas di dealer resmi mereka.

"Pada 2018 kami berhasil menjual 133 unit kendaraan bersertifikasi dan tentu saja kami akan terus mengembangkannya sebagai salah satu layanan kami kepada pelanggan Mercedes-Benz," lanjut Karianto.

Karianto mengungkapkan bahwa ia ingin mengembangkan jaringan mobil bekas ini di luar Jakarta untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

"Kami ingin ekspansi di luar Jakarta. Kami melihat potensi besar di Bandung dan Surabaya. Tahun ini kami akan coba masuk," pungkasnya. (rip / kering)