Jakarta – Seorang anak seperti kertas kosong, mereka akan belajar dan menyerap apapun dari lingkungannya. Peran orang tua menjadi penting untuk menggambarkan mereka dengan jelas, sehingga anak memiliki bekal dalam perjalanan hidupnya.

Hafizul Hakim, seorang ayah dari Malaysia berbagi pengalamannya di jaringan Facebook dan dikutip oleh World of Buzz. "Ayah, apakah kita miskin?" Altamis berkata. putra Hafizul Hakim.

"Teman-teman saya mengatakan bahwa jika kita mengendarai sepeda motor, kita miskin," kata anak itu, menunjuk ke sepeda motor favorit ayahnya yang telah bersama selama 9 tahun.

Hafizul terkejut dengan pertanyaan putranya, lalu bertanya kepada putranya apakah dia tahu arti sebenarnya dari menjadi miskin, karena Hafizul ingin tahu seberapa banyak anak itu tahu tentang kata itu.

"Erm. Mereka tidak punya cukup makanan untuk dimakan, mereka tidur di bawah jembatan, mereka tidak mandi dan memakai pakaian yang sobek," jawab putranya.

Setelah mendengarkan jawaban putranya, Hafizul mengkonfirmasi jawaban anak itu sambil menjelaskan bahwa mengambil sepeda motor tidak berarti seseorang miskin.

"Memiliki sepeda motor tidak berarti miskin, kadang-kadang orang yang memiliki mobil pusing karena angsuran belum dibayar. Jika sepeda motor itu ayah, itu sudah terbayar untuk waktu yang lama," kata Hafizul.

"Aku tidak kaya dan aku masih bekerja keras untuk membayar rumahku, untuk membeli popok saudara dan makanan," kata Hafizul sambil memasangkan helm gaya lebah di kepala anak itu.

Anak itu mengangguk setelah akhirnya mengerti arti kata miskin. Kemungkinan besar Altamis hanya bingung dan butuh penjelasan setelah mendapatkan kata-kata itu dari teman-temannya.

Hafizul menambahkan bahwa sebenarnya jawaban ini keluar dari kata-kata ayahnya di tahun 90-an yang situasinya sama. Pada saat itu, Hafizul ditertawakan oleh teman-temannya karena dia diantar masuk dengan menggunakan sepeda motor Honda Fame tua. (riar / ddn)