Jakarta –

Penjualan sepeda motor di Indonesia juga terkena dampak pandemi COVID-19. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor turun drastis tahun ini akibat pandemi.

Menurut Head of Commercial Affairs AISI Sigit Kumala, sejak 2017 penjualan sepeda motor menunjukkan tren peningkatan. Pada 2019, hampir 6,5 juta sepeda motor terjual.

"Namun, kita tidak bisa menghindar bahwa pada 2020 kita terkena COVID-19. Sehingga year to date (Januari-Juli) Juli baru mencapai 2,1 juta, pasar terkoreksi -42% dibandingkan periode yang sama tahun 2019," ujar Sigit dalam diskusi bertajuk “The 2nd Series Industry Roundtable (Episode 6) – Perspective Industri Otomotif” yang digelar secara virtual oleh Jakarta CMO Club dan Marketeers, Selasa (22/9/2020).

Padahal, menurut Sigit, industri otomotif khususnya kendaraan roda dua melibatkan banyak pihak. Setidaknya lebih dari 1,5 juta orang terlibat dalam industri sepeda motor ini.

“Tentu kita harus bisa selamat dari situasi pandemi ini,” kata Sigit.

Tahun ini, menurut Sigit, penjualan sepeda motor diperkirakan hanya mencapai 3,6 juta hingga 3,7 juta unit. Angka ini terkoreksi menjadi 45% dibandingkan tahun 2019.

“Untuk itu tentunya dibutuhkan beberapa poin penting dalam menghadapi situasi pasar saat pandemi COVID-19. Pertama, perlu adanya kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peran pemerintah,” kata Sigit.

"Kedua, kita harus bisa bertahan dalam situasi seperti ini dengan mempersiapkan diri lebih baik, dan nanti saat pasar pulih, kita siap dengan segala persiapan."

Ketiga, perkuat model bisnis yang didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan kompeten serta pemanfaatan teknologi, ucapnya.

Tonton video "Pameran Sepeda Motor, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / riar)