Jakarta – Sebulan setelah peluncuran, Livina bersama Xpander membuat Nissan bersemangat. Setelah menikmati manisnya menjual Livina selama 2008-2013, Nissan harus tersandung sesudahnya.

Sebelum perilisan Livina dengan Xpander pada bulan Februari 2019, Nissan mengakui bahwa itu adalah yang terakhir menyegarkan Grand Livina pada 2011. Kurangnya model baru yang menjadi salah satu faktor masyarakat Indonesia tidak tergerak untuk membeli Grand Livina.

Dalam catatan AFP, sepanjang 2018 Nissan hanya bisa mendistribusikan 2.437 unit Grand Livina ke dealernya. Ini artinya jika dirata-rata, per bulan Nissan hanya bisa mendistribusikan 203 unit.

Kehadiran wajah baru ini memang cukup berpengaruh untuk merangsang penjualan mobil yang sedang menurun.

Buktinya adalah model Livina baru secara signifikan meningkatkan penjualan Nissan. Dalam data penjualan Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) yang diterima oleh AFP, distribusi partai besar Livina pada bulan pertama mencapai 2.435 unit.

Sementara itu, penjualan ritel Nissan mampu mengirim 740 unit Livina dengan Xpander ke garasi konsumen Indonesia. Nissan mengatakan bahwa mereka puas dengan pencapaian yang dicatat oleh Livina, meskipun mereka tidak ingin membocorkan target penjualan setiap bulan.

"Alhamdulillah bagus. Sesuai target," kata Kepala Komunikasi Produk di Nissan Motor Indonesia (NMI), Hana Maharani saat dikonfirmasi oleh AFP, Kamis (4/11/2019).

Livina Raihan tidak mampu menandingi kembaran Xpander. Xpander tercatat masih stabil mendistribusikan 6.000-7.000 unit per bulan. Layak menunggu penjualan Nissan di bulan-bulan berikutnya, apakah bisa bersaing dengan Xpander atau sebaliknya.

Infografis Nissan Livina Foto: Andhika Akbarayansyah

Lihat juga peluncuran video Nissan Livina

[Gambas:Video 20detik]

(kering / ddn)