Jakarta – Bus atau truk yang menggunakan mesin diesel biasanya akan mengeluarkan asap hitam tebal dari lubang pembuangan. Berbeda dengan mesin bensin 4 tak yang biasanya tanpa asap di knalpot.

Jika itu masalahnya, apakah itu berarti emisi atau gas buang yang dihasilkan oleh mesin diesel lebih berbahaya daripada emisi yang dikeluarkan oleh mesin bensin?

Dijelaskan oleh Kepala Bengkel Isuzu, Kota Harapan Indah, Aedy Damhudy, mesin diesel tetap lebih ramah lingkungan daripada mesin bensin, meskipun mereka menghasilkan gas buang yang lebih terkonsentrasi.

"Jadi konsep mesin diesel sebenarnya lebih ramah lingkungan (dibandingkan dengan mesin bensin). Hanya jika orang awam melihat pengalaman pertama, mesin diesel memang asap hitam," kata Aedy, kepada detikOto, di sela-sela Bantar Gebang Tes Emisi Truk TPST, di Bekasi, Senin (28/1/2019).

Menurut Aedy, antara mesin diesel dengan mesin bensin memiliki konstruksi yang berbeda. Mesin diesel tidak menggunakan busi, sedangkan mesin bensin menggunakan busi, jadi pembakarannya lebih sempurna. Di sisi lain, kedua mesin juga menggunakan berbagai jenis bahan bakar, yaitu diesel dan bensin.

"Jadi hasil polutannya tidak sama. Yang satu menggunakan bensin menggunakan bahan bakar diesel. Di mesin bertenaga diesel, meski itu mengeluarkan jelaga yang tebal. Tingkat polutannya lebih rendah daripada mesin bensin," jelas Aedy.

Dibandingkan dengan mesin bensin, mesin diesel dapat menghasilkan tingkat nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah. "Dalam mesin bensin itu tidak terlihat oleh polutan, tetapi lebih mematikan. Karena pembuangan dari asap knalpot biasanya karbon monoksida, hidrokarbon, kandungannya lebih terkonsentrasi daripada asap knalpot diesel," lanjut Aedy.

NOx sendiri memiliki dampak merusak pada lingkungan. Zat ini akan menghasilkan foto kimia, hujan asam dan kerusakan hutan. Sedangkan efek sampingnya bagi manusia, bisa menyebabkan sakit mata, hidung, tenggorokan, dan pusing.

"Tapi itu tidak berarti bahwa mesin diesel yang memiliki NOx rendah tidak berbahaya. Asap dari mesin ini juga tetap sama dengan bahaya mesin bensin, sehingga pengujian emisi juga diperlukan secara berkala. Selain itu, mesin diesel (Isuzu) telah sekarang juga telah diperbarui. sehingga emisi lebih rendah. Misalnya filter sepanjang saluran gas buang ditambahkan, sehingga asapnya tidak hitam dan NoX rendah, "pungkas Aedy (lua / ddn)