Jakarta –

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan akan mengembalikan angka genap mulai 3 Agustus 2020, dan akan memperpanjang batasan sosial skala besar (PSBB) dari transisi fase I. Tentu ada alasannya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub) Syafrin Liputo menjelaskan langkah-langkah untuk dapat memaksakan pengembalian yang genap untuk menekan masyarakat agar tidak melakukan gerakan yang tidak perlu.

"Ya, benar-benar aneh kalau itu akan diterapkan lagi di Jakarta. Kami selama masa transisi PSBB dalam peraturan hulu, kantor masih diminta untuk memiliki WFH 50 persen dan 50 persen bekerja di kantor, dan pembagiannya adalah 2 shift minimal. Tetapi dalam hasil evaluasi kami, ternyata lalu lintas volume terakhir di beberapa titik pemantauan bisa dibilang melampaui kondisi normal seperti contoh di Cipete, "kata Syafrin kepada detikOto.

"Ya, itu berarti bahwa setelah melampaui kondisi normal, harus ada koreksi dalam peraturan. Hulu sudah diatur, bagaimana lalu lintas tinggi, jadi di sisi lain, Jakarta tidak lagi memiliki mekanisme pembatas setelah SIKM dihapuskan pada 17 Juli kemarin. itulah sebabnya pembatasan lalu lintas dapat menekan pergerakan orang yang bekerja Work From Home (WFH) tidak membuat gerakan yang tidak perlu, "tambah Syafrin.

Selain pemberlakuan kembali angka genap ganjil, pada akhirnya diharapkan mampu menekan penyebaran COVID-19.

"Itulah tujuannya agar tidak ada gerakan warga yang tidak penting. Karena misalnya tidak ada permainan bernomor ganjil di mana-mana, ini menyebabkan gerakan yang tidak perlu dan inilah yang kami coba tekan," pungkas Syafrin.

Angka ganjil pertama pun dihapus pada 16-19 Maret, bersamaan dengan penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar di DKI Jakarta. Dalam prakteknya, negasi genap akhirnya diperpanjang beberapa kali.

Termasuk ketika PSBB Transisi mulai berlaku oleh Gubernur Anies Baswedan. Setelah menghilang selama sekitar lima bulan, bahkan jumlah ganjil akhirnya akan kembali pada awal minggu depan.

Lihat videonya "Mulai Minggu Depan, Ganjil-Genap di Jakarta Berlaku Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)