Jakarta –

Idul Adha tahun ini sudah di depan mata dan akan berlangsung pada hari Jumat (31/7/2020). Biasanya pada saat Idul Adha akan ada fenomena unik yang selalu terjadi di jalanan, yaitu banyak pengendara sepeda motor yang tidak mengangkut penumpang melainkan membawa kambing.

Satu sisi motor memang sering menjadi pahlawan karena bisa mengantarkan hewan kurban ke lokasi pemotongan. Namun, jika pengendara bertekad membawa hewan kurban seperti kambing menggunakan sepeda motor itu bisa menjadi penyebab kecelakaan.

"Ini adalah salah satu fenomena unik di Indonesia dan negara-negara berkembang. Ini adalah kendaraan pribadi, secara hukum diatur bahwa motor bukanlah alat transportasi barang tetapi untuk penggunaan pribadi," kata Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Instruktur dan Pendiri, Jusri Pulubuhu.

Apa omong kosong adalah aktivitas pengendara yang menyeberang jalan. Mulai dari pengendara sepeda motor yang membawa kambing ke mobil dengan kelebihan beban. Foto: Rachman Haryanto

"Tapi memang ada banyak yang salah, terutama kalau mudik membawa kelebihan barang, atau saat Idul Adha sedang membawa kambing. Bahkan di daerah itu ada juga sepeda motor yang membawa balok kayu yang beratnya mencapai setengah kuintal. Sebenarnya ini sangat berbahaya, "tambah Jusri.

Jusri sangat menyesalkan fenomena ini. Tapi apa yang bisa saya katakan, karena banyak orang lebih mementingkan hasil daripada kehidupan.

"Ini adalah karakteristik negara-negara berkembang, infrastruktur yang tidak memadai, sepeda motor sering berubah, sering terlihat. Ini bisa menjadi hal yang umum, fenomena unik ini dijual ke negara-negara maju sebagai objek wisata dan itu keren (sering dalam foto dengan turis karena mereka merasa kagum) Tapi di satu sisi itu sangat memprihatinkan, "tambah Jusri.

Lihat Video "Menjelang Idul Adha, Harga Ayam di Polman Merangkak"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)