Jakarta –

Saat ini kendaraan bermotor merupakan salah satu kebutuhan penunjang transportasi. Di sisi lain, mobil dibenci oleh banyak orang karena menimbulkan kemacetan.

Hal tersebut juga diakui oleh Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara. Katanya, mobil atau kendaraan bermotor roda empat ini adalah antara dicintai dan dibenci,

“Dicintai karena orang ingin punya mobil, sebaliknya dikatakan jadi sumber kemacetan,” kata Kukuh dalam diskusi virtual.

“Ini hanya karena kita tertinggal dalam membangun jalan. Hanya dalam lima tahun terakhir kita banyak membangun jalan, sehingga penjualan kendaraan bermotor khususnya roda empat lebih tersebar, lebih merata ke seluruh Indonesia, "kata Kukuh.

Dulu, kata Kukuh, sekitar 10 tahun lalu, 80% penjualan kendaraan bermotor roda empat ada di Pulau Jawa. Saat ini, menurut Kukuh, penjualan mobil lebih merata dari Sumatera hingga Papua.

Poin penting lainnya, sebagian besar masyarakat kita membeli kendaraan bermotor yang harganya masih di bawah Rp 300 juta. Ini tantangan karena kalau di atas itu segmen pasarnya masih kecil, padahal ada, ”kata Kukuh.

Potensi industri otomotif di Indonesia sendiri masih sangat tinggi. Pasalnya, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 99 mobil per 1.000 penduduk.

“Kita bandingkan dengan Malaysia yang berpenduduk sekitar 88 juta jiwa, rasio kepemilikan mobil di Malaysia sekitar 490 mobil per 1.000 penduduk, Thailand 275 (mobil per 1.000 penduduk),” kata Kukuh.

“Saat ini produksi di Indonesia masih di kisaran 1,3 juta, 1 juta untuk konsumsi dalam negeri, 300 ribu untuk ekspor. Kita sudah ekspor ke 80 negara di dunia. Kapasitas terpasang 2,3 juta unit mobil per tahun. Artinya Kami produksi 1 mobil., 3 masih di bawah kapasitas sebenarnya, masih bisa dioptimalkan, ”lanjutnya.

Tonton Video "Kemacetan Jalan Tol Halim Sepanjang 1 KM Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)