Jakarta –

Hanya sekali dibuka setelah dihapus untuk waktu yang lama, hari bebas mobil di Jalan Sudirman dan Thamrin sekali lagi dihapus. CFD pada akhir pekan lalu mengundang banyak perdebatan karena itu dilakukan ketika angka penyebaran COVID-19 masih tinggi.

Minggu lalu (21/6), satu hari bebas mobil kembali digelar di Jalan Sudirman-Thamrin. Ini adalah pertama kalinya CFD diadakan sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar pada bulan Maret.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Departemen Perhubungan sebenarnya telah mencoba menerapkan protokol untuk mencegah penularan virus Corona. Namun di samping banyak pelanggaran, minat besar warga Jakarta dalam berolahraga dan datang ke CFD menimbulkan kekhawatiran bahwa acara tersebut dapat menjadi sumber penyebaran virus baru.

CFD Tiga Bulan Mati karena PSBB

Hari bebas mobil diputuskan untuk dihapuskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 15 Maret, ketika itu bahkan diputuskan untuk dihapuskan selama dua minggu berturut-turut. Gubernur Anies Baswedan mengatakan pencabutan sementara CFD adalah untuk mencegah penularan virus Corona.

Di City Hall saat itu, Anies mengatakan bahwa CFD akan ditinjau setelah periode dua minggu. Keputusan yang kemudian diambil adalah bahwa CFD terus dihapuskan.

Hingga akhirnya Pemerintah Provinsi DKI memutuskan untuk membuka kembali CFD pada pertengahan pekan lalu. Keputusan ini dapat menimbulkan tanda tanya karena DKI Jakarta masih memberlakukan PSBB Transisi.

"Ini untuk hari Minggu bahwa ada HBKB (hari bebas mobil) pada hari Minggu, tetapi PKL tidak diperbolehkan. Sedangkan HBKB untuk berolahraga dengan menerapkan prinsip protokol kesehatan," jelas Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, terakhir minggu.

Foto Transisi Pertama Hari Bebas Mobil: (wisatawan Arnis Taher / d)

CFD dengan Protokol Kesehatan

Memutuskan untuk mengadakan hari bebas mobil lagi, Pemerintah Provinsi DKI telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus korona.

Salah satunya adalah melarang orang sakit datang ke CFD. Selain itu, lansia dan anak di bawah umur juga disarankan untuk tidak datang. Lainnya, warga masih diminta memakai topeng dan melakukan jeda fisik saat berada di area car free day.

Jalur sepeda terlihat di daerah Bundaran HI. Jalur itu dibuat untuk warga yang sedang bersepeda di kawasan yang kembali mengadakan car free day (CFD). Foto: Agung Pambudhy

"Kami menghimbau warga yang tidak sehat, demam, merasakan flu untuk tidak keluar dan melakukan kegiatan olahraga di HBKB sehingga semua orang dapat terus mencegah penyebaran COVID-19," kata Syafrin pekan lalu.

Selain itu, untuk mengurangi keramaian selama CFD, pedagang juga dilarang berada di sekitar area CFD.

"Untuk hari Minggu itu sudah ada HBKB (car free day), tetapi PKL tidak diperbolehkan. Sedangkan HBKB untuk berolahraga dengan menerapkan prinsip protokol kesehatan," jelas Syafrin kepada wartawan di Jalan Sudirman, Jakata, Kamis (6/6) 18/2020).

CFD di Tengah Transisi PSBB yang Mendapatkan Kritik

Pembukaan kembali CFD di Jalan Sudirman-Thamrin ternyata merupakan penerimaan yang sangat tinggi dari penduduk Jakarta. Minggu pagi yang lalu, dua jalan utama dipenuhi orang. Banyak warga yang berlari atau berjalan, sambil mengendarai sepeda.

Di sisi lain, pembukaan kembali hari bebas mobil juga menuai kritik. & # 39; Hari Bebas Corona & # 39; bertengger sebagai salah satu tren di media sosial sebagai permainan di hari bebas mobil. Banyak warga khawatir bahwa acara tersebut akan menjadi pusat penyebaran virus korona.

Kecaman yang ramai membuat Gubernur Anies berjanji akan mengevaluasi. Hingga akhirnya hari ini diputuskan bahwa CFD di Sudirman-Thamrin akan dihapuskan lagi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto menilai bahwa banyak warga yang berolahraga ketika CFD tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus korona, khususnya menjaga jarak fisik. Yuri meminta sejumlah pelanggaran dalam implementasi CFD di tengah pandemi Covid-19 untuk menjadi evaluasi bersama.

"Kami masih melihat beberapa orang lupa bahwa jarak fisik itu penting. Inilah yang kami minta untuk kami evaluasi bersama," kata Yuri di Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha, Jakarta, Minggu (21/6).

CFD Akhirnya Diberhentikan (atau Dipindahkan?)

Pada hari Rabu (24/6), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI akhirnya memutuskan bahwa hari bebas mobil di Jalan Sudirman-Thamrin akan dihapuskan lagi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, membenarkan hal ini ketika dihubungi oleh AFP.

Jalur sepeda terlihat di daerah Bundaran HI. Jalur itu dibuat untuk warga yang sedang bersepeda di kawasan yang kembali mengadakan car free day (CFD). Foto: Agung Pambudhy

"Benar, mas," kata Syafrin di AFP, Rabu (24/6/2020).

Tetapi CFD tidak berarti bahwa itu sebenarnya dihapus dari Jakarta. Sekarang ada wacana untuk & # 39; bagi & # 39; kerumunan dengan memegang CFD di beberapa daerah. Lokasi alternatif telah disiapkan, yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

"Walaupun ini untuk Thamrin-Sudirman, tetapi mungkin ada tempat alternatif lain, bagaimana memberi ruang bagi orang-orang di luar Sudirman-Thamrin," kata Kepala Satpol PP Jakarta, Arifin, saat dihubungi, Rabu (Rabu) 6/24 / 2020).

"Karena kemarin evaluasi adalah orang-orang dari jauh harus pergi ke Thamrin-Sudirman. Jadi tempat yang terpusat untuk semua daerah pergi ke sana. Mungkin akan lebih baik jika itu terpolarisasi," lanjut Arifin.

Tonton Video "Di Tengah Crowd Corona, CFD Sudirman-Thamrin Akan Masih Diadakan"
[Gambas:Video 20detik]
(din / din)