Jakarta –

Dengan modal cadangan bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia akan membangun industri aki kendaraan listrik. Namun juga harus dibarengi dengan perkembangan industri sepeda motor dan mobil listrik di Indonesia agar bisa segera dimanfaatkan. Jangan sampai aki kendaraan listrik buatan Indonesia justru dibeli dan digunakan oleh negara lain.

Indonesia menduduki peringkat pertama dalam cadangan nikel secara global dengan penguasaan 30,4%. Holding BUMN Mining, PT Inalum (Persero) / MIND ID yang memiliki kepemilikan di Antam dan Vale Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam penyediaan bahan baku baterai (NI).

Dalam webinar bertajuk & # 39; Masa Depan Indonesia & # 39; Hilirisasi Nikel & # 39; yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (13/10), Direktur Utama PT Inalum (Persero) / MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan aki kendaraan listrik buatan Indonesia harus disiapkan. . Sehingga ketika pabrik aki di Indonesia berdiri, produknya bisa langsung terserap oleh industri dalam negeri.

“Industri (kendaraan listrik) yang akan menggunakan aki sendiri juga harus dikembangkan. Jangan sampai kita – seperti kata Pak Irwandy (Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Pengelolaan Mineral dan Batubara – disebutkan) – alih-alih membiayai industri di China, "kata Orias.

Orias menjelaskan, jika industri aki kendaraan listrik sudah dibuat dari hulu hingga hilir, namun pemanfaatannya di dalam negeri sangat minim, maka akhirnya harus diekspor ke luar negeri.

“Kalau kita bisa memproduksi sesuatu dengan harga yang tidak terlalu mahal di dalam negeri lalu dibeli oleh perusahaan asing, itu sama dengan mensubsidi secara tidak langsung,” jelasnya.

Orias menargetkan pertumbuhan baterai kendaraan listrik domestik hingga tahun 2030 mencapai kapasitas 8 hingga 10 GWh (Giga Watt hour).

Perhitungan ini menggunakan asumsi pada tahun 2035 terjual sebanyak 2 juta sepeda motor listrik dan 600 ribu mobil listrik. Dengan asumsi kapasitas aki roda empat 40 KWh dan roda dua 2 KWh. Asumsi ini kami gunakan untuk rencana ke depan, yang mana adalah: “Kami sedang mempersiapkan bersama BUMN lainnya, PLN dan Pertamina, serta Aneka Tambang (Antam). Jadi ini rencana besar yang sedang disiapkan Kementerian BUMN, ”kata Orias.

Sebagai informasi, PTInalum (Persero) / MIND ID akan membangun pabrik aki kendaraan listrik di Maluku Utara. “Secara keseluruhan mengenai rencana kerja sama kami dengan mitra kami dari luar, saat ini sedang dibahas yaitu dengan mitra dari China dan Korea,” kata Orias.

Proyek dari hulu hingga hilir secara konsorsium akan dikerjakan oleh BUMN pertambangan pemegang MIND ID atau Inalum melalui PT Aneka Tambang Tbk, bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dengan total nilai investasi US $ 12 miliar atau sekitar Rp. 177. 6 triliun.

Perkiraan investasi US $ 12 miliar berasal dari dua perusahaan mitra potensial yang masing-masing diperkirakan menanamkan modal US $ 7 miliar dan US $ 5 miliar, tergantung besarnya. Saat ini, menurut dia, pihaknya sedang dalam proses pembahasan calon investor dan diharapkan bisa segera tercapai kesepakatan.

Tonton video "Morris Garage & # 39 ;'s Ambition to Take CR-V and Mazda CX-5 Users"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)