Tasikmalaya –

Mad jais (37), warga Tanah Abang Jakarta, tersesat mengikuti petunjuk aplikasi Google Maps GPS di Kawasan Hutan Culamega, Tasikmalaya, Minggu (10/4/2020). Adakah tips agar kejadian serupa tidak terulang kembali?

Konsultan Pertahanan Keselamatan Instruktur Senior Indonesia, Sony Susmana, kembali mengingatkan bahwa saat pengemudi memasuki area yang asing atau asing dengan rute jalan raya, jangan hanya mengandalkan GPS.

"GPS penting sebagai pemandu selama perjalanan. Tapi tidak 100% tergantung," kata Sony kepada detikcom, Minggu (4/10/2020).

Sony melanjutkan, sebaiknya tanya warga sekitar. Setidaknya mereka adalah orang-orang yang lebih mengenal daerah tersebut. Masalah nyasar juga dapat disebabkan oleh citra satelit yang mungkin belum diperbarui.

Belum lagi soal sinyal di area yang belum tentu mendukung akses GPS. Mungkin juga butuh waktu lebih lama untuk menemukan cara.

Artinya ketika lingkungan, kawasan memberi rambu-rambu yang tidak sesuai dengan tujuannya, segera singgah dan periksa kembali. Jangan ragu untuk bertanya, kata Sony.

Yang tidak kalah penting, rencanakan perjalanan Anda dengan matang, terutama hindari perjalanan di malam hari.

"Untuk daerah yang tujuannya tidak diketahui sebelumnya, hindari perjalanan malam, karena berpotensi sepi dan rawan kejahatan," kata Sony.

“GPS sebagai alat pemandu hanya 50%, sisanya menggunakan alasan dalam menentukan arahnya. Biasakan seperti itu agar tidak tersesat,” imbuhnya.

Awalnya, kejadian Mad Jais & # 39; mobil yang dimaksudkan untuk mengunjungi teman di kawasan Cikuya, Tasikmalaya. Namun karena baru pertama kali berkunjung, dia tidak tahu jalannya sehingga dia memutuskan untuk menggunakan petunjuk arah online (google maps). Akibatnya, kendaraan bernomor polisi B-1826-UKM itu tersesat masuk ke kawasan hutan dan perkebunan teh.

“Saya agak takut juga. Mau cari pertolongan dan juga jalan kaki jauh ke permukiman. Kemana malam itu pak. Kami paksa bermalam di mobil,” kata Mad Jais.

Beruntung, kendaraan korban yang terperangkap ditemukan oleh sejumlah petani yang hendak menanami kebunnya pada Minggu pagi. Petani segera membantu mengevakuasi kendaraan menggunakan alat manual. Selain didorong dengan tangan, warga juga menggunakan tali. Kendaraan akhirnya bisa diangkat dari lubang setelah satu jam dievakuasi.

“Kami bantu warga Jakarta Pak, maaf terjebak di hutan, katanya mengikuti petunjuk di ponsel. Malah malah tersesat,” kata Andi Muhibin, tokoh pemuda di Culamega.

Tonton Video "Palestina Tidak Muncul di Maps, #FreePalestine Echoes"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lua)