Jakarta –

Menjelang musim kemarau seperti ini di hari yang cerah, banyak anak bermain layang-layang. Namun, benang layang-layang sering membahayakan pengendara yang melintas.

Pekan lalu, seorang lelaki pengendara sepeda motor meninggal setelah lehernya dipotong oleh tali layang-layang. Untuk menghindari kecelakaan serupa, pengendara sepeda motor harus bisa mengantisipasinya.

"Antisipasi dari kami (pengendara motor), lengkapi perlengkapan keselamatan kami (driving gear). Helm full face atau helm yang menggunakan kaca depan, maka pada jaket denim minimum. Cara menggunakan jaket, leher harus dikunci / dikancingkan," kata Instruktur keselamatan berkendara yang juga merupakan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, ketika berbicara dengan detikcom melalui telepon, Senin (15/6/2020).

Pengemudi juga dapat menambahkan balaclava atau buff yang juga menutupi leher. Jusri mengatakan, penggunaan balaclava dapat mencegah kemungkinan terburuk dari terpotongnya tali leher.

"Itu juga akan membantu. Tidak dimasukkan ke dalam, lebih disukai di luar jaket dengan kancing leher. Ini setidaknya bisa meminimalkan risiko cedera ketika kita benar-benar lalai ada benang yang lewat," katanya.

Memang untuk mengendarai sepeda motor, menggunakan jaket kulit paling ideal. Tapi, menurut Jusri, mengenakan jaket denim sudah cukup, ditambah helm dan buff yang menutupi leher.

"Menutup atau mengencangkan kerah jaket kita tidak buruk. Tetapi masih ada celah antara helm dan leher kita. Ketika dia (utas) turun, apakah dia terjebak sebelum pergi ke bagian bawah Dengan kerah tertutup (jaket diikat dengan tombol) ke leher) dan buff, dia (utas) akan turun ke bagian bawah yang sudah dilindungi oleh jaket dan lainnya, "kata Jusri.

Benang layang-layang yang cukup tajam dapat melukai bagian tubuh mana pun jika tidak dilindungi. Karena itu, setidaknya Jusri menyarankan agar pengendara selalu menggunakan helm dan jaket.

"Bagian yang paling fatal memang lehernya. Meskipun kemungkinan mendapatkannya dari tangan, tubuh, kadang-kadang bahkan (posisi benang) tidak melintang, tetapi benang itu sejajar dengan arah kita, itu bisa mengiris telinga kalau kita tidak pakai helm, "kata Jusri.

Lihat video "Layang-layang dari Kantong Plastik Bekas, Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)