Jakarta –

Astra Honda Motor (AHM) melakukan kampanye penarikan kembali model PCX 150 pada akhir tahun 2019. Tetapi pada saat itu AHM hanya mengirim surat pemberitahuan kepada pemilik PCX 150, tanpa secara resmi merilis berapa banyak PCX 150 unit yang terpengaruh oleh penarikan. kampanye. Kementerian Perhubungan juga mengkonfirmasi penarikan kembali skuter premium tersebut.

Foto Honda PCX: Pradita Utama

"Jadi memang ada surat resmi (ingat) bahwa ada sedikit di PCX, tetapi jumlahnya tidak banyak," kata Direktur Transportasi Jalan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sigit Irfansyah, kepada AFP, Senin (02) / 17/2020).

Data dari Kementerian Perhubungan mengatakan ada penarikan skuter 150 cc tahun lalu, dengan angka mencapai 3.930 unit. Data dikirim oleh APM (Agen Pemegang Merek Dagang) ke Kementerian Perhubungan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 53 Tahun 2019 tentang Prosedur Penarikan Kendaraan Bermotor.

"Ada surat. Setiap kali mereka (APM-red) punya rencana penarikan, mereka akan menyisihkan jumlahnya," lanjut Sigit.

Namun Sigit mengatakan bahwa jumlah penarikan unit PCX 150 belum diketahui. "Saya lupa nomornya karena perlu membaca surat dari Honduras," katanya.

Dia juga menyarankan kami untuk menghubungi Kepala Jabo Nur Utip Sertifikasi Nur Utip. Tetapi ketika detikcom mencoba menghubungi melalui aplikasi whatsapp dan koneksi telepon, tidak ada tanggapan.

AHM melalui General Manager AHM Corporate Communication, Ahmad Muhibbuddin, telah memberikan tanggapannya terhadap masalah penarikan kembali PCX 150 yang mencapai ribuan unit ini.

"Kami memang mengirim surat kepada beberapa pemilik PCX Honda untuk inspeksi unit tahun lalu. Jumlahnya tidak banyak, hanya sebagian dari total PCX Honda. Kami telah menyampaikannya ke Kementerian Perhubungan sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Muhib. , dihubungi oleh AFP, Senin (17) / 2/2020).

Lihat video "Menyiksa" PCX di Bali, Menembus Kemacetan dan Road Rise Down "
[Gambas:Video 20detik]
(lua / lth)