Jakarta – Dibandingkan dengan sepeda motor berbahan bakar karburator, motor injeksi memang lebih mudah dalam perawatannya. Dalam hal ini, perawatan motor injeksi tidak perlu sesering perawatan motor karburator. Sebenarnya ada persepsi bahwa motor injeksi tidak perlu dirawat, tapi benarkah seperti itu?

Mekanik Dewi Sartika Cawang, Astra Motor Widodo Tri Lumaksono, menjelaskan bahwa motor injeksi masih membutuhkan perawatan. Terutama pada sistem injeksi yang bertugas memasok bahan bakar ke ruang bakar.

"Mesin injeksi masih perlu perawatan. Biasanya pengecekan dilakukan setiap interval 8.000 km. Yang dicentang mulai dari selang injektor, hingga throttle body," kata pria yang akrab disapa Dodo, kepada detikOto, Sabtu (12/29) 2018).

Kedua komponen harus menerima perawatan rutin. Karena jika dibiarkan tidak dicentang maka akan sangat mempengaruhi performa mesin. Sepeda motor potensial
brebet atau gejala tiba-tiba kehilangan daya karena pasokan bahan bakar yang tidak optimal.

"Jika tidak dirawat, injektor bisa tersumbat karena kotoran yang tersumbat. Akibatnya akan berdampak langsung pada kinerja mesin. Maka harus dibersihkan secara teratur, terutama komponen throttle body," pungkas Dodo.

Selain memeriksa komponen injeksi secara rutin setiap jarak 8.000 km, yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa busi dan filter udara. Busi telah
fungsi penting untuk memercikkan api ke dalam ruang bakar. Jika kunci kontak dari busi tersumbat, bensin akan terbuang sia-sia dan proses pembakarannya tidak optimal.

Sedangkan untuk filter udara, harus diperiksa dan dibersihkan setiap 2.000 km. Dengan secara rutin membersihkan filter udara, pastikan ruang pembakaran mendapat asupan udara yang bersih. (lua / lth)