Perlu kehati-hatian saat membeli kendaraan bermotor di balai lelang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Membeli kendaraan bermotor melalui balai lelang memiliki karya seninya sendiri. Kesan tidak mudah mengikuti proses tersebut adalah produk yang dijual ternyata bermasalah dan masih menjadi stigma negatif bagi balai lelang kendaraan bermotor.

Agar tidak kecewa, sebelum berburu produk idaman, calon pembeli hendaknya memahami sejumlah prosedur yang harus diikuti. Hal ini perlu dipahami mengingat saat ini banyak kegiatan lelang yang dilakukan oleh balai lelang, baik yang sudah resmi terdaftar di Kementerian Keuangan maupun belum.

Menurut Bady Qadarsyah, selaku Kepala Operasi Balai Lelang AUKSI, rumah lelang resmi akan selalu memiliki tempat lelang atau pool yang menampung kendaraan lelang. Barang yang dilelang sudah dalam kondisi apa adanya alias tidak ada perbaikan atau rekondisi, termasuk dokumen kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, saat membeli kendaraan bermotor di balai pelelangan sebaiknya tidak sendirian, melainkan ajak rekan yang paham kendaraan bermotor. “Memang butuh ketelitian dari pembeli, karena kalau tidak hati-hati akan salah,” kata Bady saat diskusi virtual yang digelar Forum Jurnalis Otomotif Indonesia (Forwot), Rabu (12/8).

Selain itu, membeli satu unit di balai lelang harus memahami harga kendaraan bermotor di pasaran dan tidak fokus hanya pada satu unit, melainkan hanya beberapa unit. Sehingga jika gagal mendapatkan unit ideal, masih ada pilihan untuk membeli unit lain dengan harga normal. Ini untuk menghindari kerugian saat membeli unit ideal Anda. Jangan terlalu bergairah dengan unit yang dilelang, kalau tidak yakin jangan menawar, katanya.

Menurut dia, barang yang dilelang dalam kondisi aslinya, baik berupa dokumen maupun fisik kendaraan. Merupakan kewajiban pembeli kendaraan bermotor untuk melengkapi dokumen kendaraan yang dijual di balai lelang. termasuk memperbaikinya bila ada kerusakan. Karenanya, sebelum lelang berlangsung, calon pelanggan punya waktu untuk memeriksa secara cermat kendaraan yang akan dibeli secara langsung. “Tapi tidak semua barang yang kita lelang dalam kondisi buruk,” kata Bady.

Namun, pihaknya bisa membantu calon konsumen memberikan penjelasan terkait produk yang dilelang. Seperti sparepart yang tidak asli lagi jika sudah diganti. Hal ini terlihat dari banyaknya yang tertera karena setiap suku cadang selalu memiliki nomor produksi. "Tapi kami tidak bisa mencegah penggantian suku cadang karena kami mendapatkan apa adanya," katanya.

Menurutnya, selama pandemi ini pun, bisnis lelang kendaraan bermotor tidak banyak berpengaruh. Hal ini terlihat dari tidak adanya target yang direvisi atau diperlukan relaksasi. Kegiatan lelang juga telah dilakukan dari Senin hingga Sabtu. Bahkan belakangan ini, lelang otomotif telah mampu menggeser jenis lelang lain yang sebelumnya berlaku di masyarakat. Apalagi konsumen bisnis lelang otomotif tidak hanya terbatas pada pedagang, tetapi juga individu dan milenial.

Untuk lebih mensosialisasikan lelang kepada masyarakat, pihaknya telah melakukan lelang kendaraan bermotor di pusat perbelanjaan. Kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2017 tersebut diharapkan mampu mengedukasi masyarakat luas tentang kegiatan lelang khususnya otomotif.