Jakarta – Selain membatasi kecepatan maksimum hingga hanya 50 km / jam saat mengendarai sepeda motor di musim hujan, Otolovers juga dituntut untuk mengetahui teknik pengereman yang benar saat melewati kondisi jalan basah.

Kepala Safety Riding Promotion Kendaraan Honda Agus Sani cara mengerem sepeda motor di kondisi jalan basah berbeda dengan teknik pengereman pada kondisi jalan kering.

"Kalau sudah kering, rem depan ditarik lebih kuat dari rem belakang," kata Agus, melalui pesan singkat kepada detikOto.

Lalu bagaimana bila Anda harus mengerem mendadak saat kondisi jalan sedang basah? "Terus gunakan kedua rem secara bersamaan, tetapi rem belakang ditekan lebih kuat dari rem depan," jelas Agus.

Alasan untuk rem depan tidak harus ditekan terlalu keras karena untuk menghindari hilangnya pegangan atau cengkeraman ban pada permukaan aspal. Pasalnya, penguncian ban depan akan mudah tergelincir di permukaan licin.

Ini tentu bukan masalah bagi sepeda motor yang telah dilengkapi sistem rem ABS (Anti-lock Braking System). Ban tidak akan terkunci, bahkan jika pengereman keras dilakukan. (lua / ddn)