Jakarta –

Penghasilan tukang ojek online (ojol) disebut anjlok. Alasannya, pesanan ojol sepi karena banyak kantor yang menerapkan pekerjaan dari rumah atau kerja dari rumah (WFH).

Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, pemerintah menganjurkan jarak sosial atau menjaga jarak sosial. Oleh karena itu, banyak kantor telah menerapkan WFH.

Ketua Presidium Aksi Bersama Dua Roda (Garda) Igun Wicaksono, yang juga seorang aktivis ojek online, mengatakan pendapatan ojol ketika menerapkan WFH turun sebesar 50%. Untuk bertahan di tengah pesanan penumpang yang kesepian, pengemudi ojol mengandalkan strategi lain.

"Strategi yang bisa kita jalankan adalah bermain di layanan makanan dan barang," kata Igun kepada detikOto, Rabu (18/3/2020).

"Ini berarti kita dapat berkumpul banyak di sekitar pusat kuliner, atau mal yang menyediakan penundaan kuliner. Dan pengiriman barang juga, itulah yang kita andalkan sekarang," katanya.

Menurut Igun, dengan mengandalkan pesanan antara makanan atau barang, sudah cukup untuk membantu pengemudi ojol bertahan ketika pesanan penumpang kesepian.

"Sekarang kami mengandalkan layanan untuk pengiriman makanan dan barang, yang masih memiliki pesanan dibandingkan sebelumnya. Tetapi untuk naik, itu sudah sepi. Karena kekhawatiran penumpang, ya. Kami juga mendorong penumpang yang secara rutin menggunakan sepeda motor online taksi untuk membawa helm pribadi untuk kesehatan, kenyamanan dan keamanan, "katanya.

Lihat video "Driver Ojol akan Demo, Ini Banding dari Gojek"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)