Saat dekat dengan sepeda, disarankan agar kendaraan berada pada kecepatan 50 km / jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan agar pengguna sepeda balap atau roadbike dapat melintasi ruas tol tertentu. Jalan tol yang dimaksud adalah Jalan Lingkar Dalam (Cawang-Tanjung Priok).

Dalam proposal tersebut, sepeda diberikan akses untuk menggunakan jalan tol setiap Minggu pagi guna menyediakan jalur yang memadai bagi pecinta roadbike. Jika proposal ini dilaksanakan, kendaraan roda empat atau lebih akan menjadi salah satu pihak yang paling terkena dampak.

Training Director Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana, juga punya sejumlah saran yang bisa diterapkan pengemudi mobil.

“Pengendara perlu memperhatikan pembatas jalan yang digunakan. Jika menggunakan safety cone, pengemudi harus lebih berhati-hati dan menjaga jarak dari pembatas. Jadi, jika terjadi sesuatu pada jalur mobil, kendaraan tidak akan langsung menyentuh pengendara sepeda. , "kata Sony kepada Republika. .co.id pada Kamis (27/8).

Sebaliknya, hal ini juga perlu dilakukan agar mobil terhindar dari sepeda yang terbanting keluar lintasan akibat kecelakaan. Namun jika ternyata pembatas yang digunakan adalah water barrier atau separator yang terbuat dari beton, maka potensi kontak bisa lebih diminimalkan.

Meski demikian, pengemudi tetap harus waspada dan menjaga jarak. Ia juga menyarankan agar pengendara yang berada di jalur yang berdekatan dengan jalur sepeda juga harus membatasi kecepatannya.

“Saat berada di jalur yang berdekatan dengan jalur sepeda, disarankan kendaraan hanya melaju dengan kecepatan sekitar 50 kilometer / jam. Hal ini perlu diperhatikan agar pengguna sepeda tidak terkena angin melintang yang ditimbulkan oleh kendaraan besar yang melintas. ," dia berkata.

Crosswind merupakan salah satu hal yang dapat mengganggu keseimbangan sepeda karena sepeda merupakan kendaraan yang ringan sehingga cukup peka terhadap angin. Oleh karena itu, ia menilai pembatasan jarak dan kecepatan merupakan cara yang efektif agar mobil dan sepeda dapat berjalan berdampingan dengan aman.

Meskipun ada dua kemungkinan yaitu berbagi lajur pada ruas yang sama, atau menerapkan ruas khusus sepeda sehingga lajur mobil menerapkan skema contraflow untuk sementara waktu. Namun, dia menegaskan, semua cara di atas perlu diperhatikan oleh pengendara mobil, baik saat menerapkan pembagian lajur maupun contraflow.