Jakarta –

Tertarik untuk mendapatkan penghasilan tambahan di era normal baru? Pilihannya dapat memulai bisnis penjualan helm dengan menjadi pengecer (reseller). Bisnis penjualan penggerak keselamatan ini tidak memerlukan modal besar dan dapat dilakukan sebagai bisnis sampingan.

Salah satu produsen helm yang membuka kerjasama reseller adalah RSV Indonesia. Pabrikan lokal Indonesia ini menawarkan kerja sama dengan pengecer dengan modal sekitar Rp. 10 juta.

"Skema untuk pengecer membayar tunai di muka. Pembelian minimum 20 buah. Itu jenis campuran, 10 wajah penuh, 10 wajah setengah. Tapi untuk motif dan ukurannya gratis," kata Direktur Eksekutif RSV Helmet Indonesia, Richard Ryan, dihubungi detikOto, Jumat (26/6/2020).

Jadi berapa banyak keuntungan yang bisa didapat? Menurut Richard, dari 20 helm yang akan dijual kembali, reseller bisa mendapat untung Rp. 75 ribu dari setiap satu helm wajah terbuka dijual dan Rp. 100 ribu hingga Rp. 125 ribu dari setiap helm full face terjual.

Jika dihitung, dari 10 unit reseller wajah terbuka, untung Rp 750 ribu dan dari 10 unit helm full face terjual, untung maksimal mencapai Rp 1.250 juta. Jadi jika ditambahkan bersama, total potensi keuntungan yang bisa diperoleh adalah sekitar Rp. 2 juta.

Apakah ada jaminan dari produsen bahwa semua helm yang dijual oleh pengecer akan dijual? "Jika jaminannya seperti itu atau tidak. Tapi untuk awalnya, kami biasanya memberi saran untuk barang yang bergerak cepat. Jadi, jika dijamin, pengembalian lagi tergantung pada penjualnya. Karena barang yang sama, bisa dijual oleh penjual 1 tetapi tidak bisa menjual dengan reseller 2. Begitu banyak faktor, "jelas Richard.

Richard melanjutkan, jika ada helm yang tidak laku dalam waktu lama itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab reseller. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, kata Richard, pabrikan akan membantu reseller sehingga helm yang dibeli terjual seluruhnya.

"Biasanya ada sesuatu yang kami bantu. Ada beberapa kasus di daerah kami bantu. Misalnya ada reseller dari Makassar, curhat ke admin online (RSV) bahwa ada 3 helm yang tersisa yang belum terjual. Kalau kemudian ada informasi di daerah Makassar ada seseorang yang mencari helm yang sama "Biasanya, kami akan memberikannya kepada pengecer kami. Jadi kami tidak menerima semua permintaan, karena kami juga berpikir tentang pengiriman. Jika barang sudah ada di sana, itu bagus, "kata Richard.

Lihat video "Ini adalah Aturan Normal Baru untuk Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)