Tertarik pada suku cadang bekas didominasi oleh komunitas penggemar sepeda motor klasik.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS – Bisnis suku cadang sepeda motor bekas masih menguntungkan karena masih banyak peminatnya, terutama karena banyaknya penggemar sepeda motor kuno. "Sejauh ini, para penggemar suku cadang sepeda motor bekas telah didominasi oleh orang-orang yang menyukai sepeda motor kuno atau hobi modifikasi," kata David, salah satu penjual suku cadang sepeda motor bekas di Pasar Loak Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (29/11) ).

Selain itu, orang-orang di daerah pedesaan juga lebih suka membeli suku cadang bekas daripada membeli yang baru karena harganya lebih murah. Mayoritas pembeli suku cadang sepeda motor mencari suku cadang asli atau default pabrik sepeda motor.

"Jika dibandingkan dengan membeli yang baru, harganya jauh lebih terjangkau dengan kualitas yang baik," katanya.

Dia mengatakan bahwa suku cadang sepeda motor bekas yang dijual masih layak karena dalam mencari suku cadang bekas, mereka cukup selektif. Selain menerima pembelian dan penjualan dari masyarakat, stok suku cadang sepeda motor bekas telah menjadi hasil pencarian sejumlah bengkel motor umum dan bengkel modifikasi.

Harga jual bervariasi sesuai dengan kondisi barang. Pelek balap motor asli dengan kondisi bagus dijual seharga sekitar Rp. 300 ribu per potong.

Sementara pelek non-asli dijual sekitar Rp 100.000 dalam kondisi lengkap, termasuk drum. Suku cadang yang disediakan, katanya, tidak termasuk mesin karena penjual spesialis suku cadang mesin tersedia.

Dalam sehari, ia mengaku bisa meraup untung hingga sekitar Rp 200 ribu. Pedagang lain, Potro Baskoro, mengakui bahwa bisnis suku cadang sepeda motor bekas memang menjanjikan karena bisnis yang telah terlibat sejak belasan tahun mampu menghidupi keluarganya.

Apalagi katanya, saat ini sudah banyak orang yang suka motor klasik sehingga suku cadang pasti harus mencari suku cadang bekas karena sulit didapat. Keberadaan klub motor klasik membantu meningkatkan penjualan suku cadang sepeda motor bekas.

"Ketika saya mendapat omset penjualan saya bisa mencapai Rp 700 ribu per hari," katanya.

Bagian-bagian sepeda motor yang disediakan cukup banyak dan dari berbagai jenis merek sepeda motor. Harga jual bervariasi karena kondisi dan jenis sepeda motor disesuaikan.

"Suku cadang kendaraan khusus benar-benar klasik dan jarang ada di masyarakat, harganya bisa sangat mahal," katanya.

Selain mengandalkan penjualan melalui kios-kios milik Pasar Loak Jati, ia menawarkannya melalui media sosial pertemanan Facebook. Dia mencatat bahwa banyak pedagang suku cadang sepeda motor bekas menggunakan Facebook untuk menjual suku cadang sepeda motor tua karena permintaan bisa dari luar kota dan luar pulau.