Jakarta – Pencurian barang dari dalam mobil dapat terjadi di mana saja, meskipun pemilik mobil merasa bahwa dia telah parkir di tempat yang aman. Misalnya seperti yang dialami Bonita Rachel. Dia harus kehilangan barang-barang berharga di tempat parkir, dengan kamera keamanan dan CCTV.

"Ini terjadi pada Kamis (1/10/2019), sekitar pukul 02.40, di Desa Kemang," kata Bonita, saat dihubungi detikOto, Sabtu (12/1/2019). Bonita menjadi korban pencurian setelah dia menyadari bahwa dua tasnya berisi laptop Macbook Pro 15 inci tidak ada di dalam mobil.

Awalnya Bonita tidak curiga sama sekali ketika memutuskan untuk parkir di mal sektor 2C Kemang Village, Jakarta Selatan. Alasannya, lokasinya dekat dengan pintu keluar. Pengawasannya juga cukup ketat karena ada penjaga keamanan dan kamera CCTV. Terutama ketika memarkir Honda Jazz Black Hospital-nya, ia juga melihat dua Honda Jazz Silver sedang diparkir. Jadi dia merasa aman.

"Saya parkir di 2C karena dekat pintu masuk dan ada keamanan dengan CCTV juga. Kebetulan waktu itu saya hanya ingin mampir ke Sour Sally dengan Ace Hardware, jadi cari parkir di dekat pintu keluar." dari UG ke pintu keluar berputar-putar dulu. Jadi biar nggak ribet waktu saya kembali, "jelas Bonita.

Bonita dan salah satu temannya kurang lebih berada di Desa Kemang selama sekitar satu jam, dan setelah tiba di lokasi parkir, mereka tidak menyadari bahwa mobil itu telah rusak. "Mungkin karena saya (asyik) ngobrol, saya tidak sadar ketika saya ingin kembali, pintu (mobil) benar-benar terbuka. Mobil saya sendiri sudah menggunakan remote, dan jika terkunci atau dibuka tidak ada sinyal suara, hanya lampu. ke mobil dan terus keluar dari mal, "jelasnya lagi.

Wanita yang bekerja di daerah Cipete menyadari bahwa kedua laptopnya hilang ketika dia di rumah. "Saya tiba di rumah kos untuk mengambil tas saya dan ternyata tidak ada di sana. Dan masing-masing berisi laptop. Segera saya kembali ke Kemvill dan mengambil mobil. Dan di sana saya menyadari kunci sentral dari komputer saya. "Mobilnya rusak. Jadi setiap kali saya menguncinya otomatis akan terbuka lagi. Kunci sudah bengkok," jelas Bonita.

Mobil dipecah menjadi Mall Foto: Pool

Setelah menyadari bahwa ia baru saja dicuri, Bonita segera melaporkan ke pihak keamanan dan meminta rekaman kamera CCTV. "Saya kembali ke Kemvill di tempat yang sama. Saya pergi ke pintu masuk keamanan dan mengatakan bahwa mobil itu rusak dan laptopnya hilang, dan saya ingin melihat CCTV," jelas Bonita.

Sebagai tindak lanjut, Bonita diantar ke kantor keamanan B3 dan diminta untuk membuat laporan. "Untuk membuka (merekam) CCTV, saya menunggu sekitar 1-2 jam. CCTV datang, tetapi hanya satu sisi. Dan untuk rekaman CCTV dari sisi lain, dia bilang butuh waktu untuk memprosesnya," jelasnya.

Mobil dipecah menjadi Mall Foto: Pool

Menurut Bonita, pada rekaman CCTV terlihat jika pencuri membawa mobil Avanza / Xenia yang diparkir antara mobilnya dan mobil Jazz Silver. "Pintu terbuka tetapi tidak ada yang keluar dari mobil dan pergi ke mal. Dia tetap di sana, pintu mobil ditutup sebentar, dan mobil segera pergi," kata Bonita.

Bukti surat pelaporan ke Foto Polisi: Pool

Bonita masih membutuhkan rekaman CCTV lagi untuk melihat nomor plat pencuri. "Saya pergi ke Kantor Polisi Mampang setelah itu. Membuat laporan. Saya dibantu untuk diberikan surat referensi polisi untuk diberikan kepada Kemvill jadi saya ingin membuka CCTV. Saya memberikannya kepada Anda, dan sampai sekarang plat nomor belum sampai ke tangan saya, "pungkas Bonita. (lua / lth)