Jakarta – SIM dan STNK adalah dokumen penting untuk dikendarai. Jika ada pelanggaran, SIM atau registrasi kendaraan akan disita sebagai bukti tiket.

Namun, setiap bulan ada ratusan bukti tiket SIM (Surat Ijin Mengemudi) di Kantor Kejaksaan Distrik Ciamis, Jawa Barat. Ini terjadi karena pemilik tidak mengambil atau menebus denda setelah keputusan pengadilan. Pengemudi tampaknya lebih memilih untuk membuat yang baru daripada menebus SIM-nya yang mendapat tiket.

Topik bukti tiket menumpuk di Ciamis, Jawa Barat, menjadi salah satu berita paling populer pada Kamis (10/1/2019). Selain masalah SIM yang menumpuk karena tidak diambil oleh pemiliknya, ada berita populer lainnya, seperti seorang pria di Malaysia yang mengancam para penguji SIM karena gagal tes, mobil Pajero Sport B-plate di seluruh dunia, turun ke DP persen untuk kendaraan bermotor. Lihat ringkasan berita.

1. Pengendara Lebih suka Membuat SIM Baru Daripada Tebus Tilang
Bukti SIM Pass terakumulasi di Kejari Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah

Pengemudi di Indonesia tampaknya lebih suka membuat SIM baru daripada harus menebus tiket. Buktinya, ratusan kuitansi tiket SIM menumpuk di Kantor Kejaksaan Negeri Ciamis, Jawa Barat.

Terlihat Lalu Kepolisian Daerah Ciamis Akp Agoeng Ramadhani mengatakan ini akan menjadi masukan dan pertimbangan bagi kepolisian dalam menangani pelanggar lalu lintas.

Menurutnya, selama ini penuntutan tiket dengan bukti SIM dan STNK sudah sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Ada pelanggaran kecil dan pelanggaran serius. "Kalau pelanggaran serius biasanya diambil registrasi kendaraan atau kendaraan. Tapi ada juga pelanggaran serius tapi pertimbangan yang diambil adalah SIM," kata Kasat.

Menurut Agoeng, pelanggar tiket lalu lintas harus menebus SIM. Karena denda yang harus dibayarkan kepada negara adalah rata-rata Rp. 60 ribu. Sementara untuk membuat SIM baru sekitar Rp. 100 ribu.

"Meskipun membuat SIM baru dengan menebus denda untuk SIM lebih mahal untuk membuat yang baru. Jika memang alasannya sudah ingin habis, ini akan menjadi masukan bagi kita," pungkasnya.

Sejumlah bukti tiket dalam bentuk SIM dan STNK, saat ini bertumpuk di gudang Kantor Kejaksaan Negeri Ciamis. Pemilik lebih suka membuat yang baru daripada harus menebusnya di jendela tiket. Selama bertahun-tahun, rata-rata jumlah tiket yang belum diambil pemiliknya mencapai 100.

2. Kesulitan membuat SIM di Malaysia, seorang pria sampai ia mengancam pemeriksa

Pemuda Mengancam Petugas Polisi Malaysia dengan Pisau. Foto: Facebook melalui World of Buzz

Di Malaysia pada umumnya calon pemilik harus mengulang ujian dua sampai tiga kali untuk mendapatkan SIM. Ini tentu saja membuat dampaknya sendiri seperti keputusasaan.

Seorang siswa dari Malaysia (18 tahun) telah gagal dalam ujian SIM empat kali. Dia dilaporkan nekat akhirnya mengancam petugas tes untuk menggunakan benda tajam untuk dilewati.

Insiden itu dimulai ketika petugas uji dari Departemen Transportasi Jalan (JPJ) menilai keterampilan calon pemilik SIM masih kurang. Saat di jalan, petugas merasa tes SIM selesai. Dia meminta pemuda itu untuk menghentikan mobil. Tanpa diduga, siswa itu mengeluarkan pisau tajam 30cm dan mengarahkannya ke tulang rusuk kanan petugas. Dia kemudian mengancam petugas untuk lulus dalam tes manufaktur SIM. Sekarang, kasus ini masih diikuti oleh pihak berwenang.

3. Cappuccino, Pajero Sport Plate B, yang berkeliling dunia

Foto: Instagram / Journey of Wonder

Eelco dan keluarga saat ini berkeliling dunia menggunakan mobil. Dia mengendarai Pajero Sport plate B untuk melakukan perjalanan di seluruh dunia.

Eelco memiliki nama favorit untuk Pajero Sport yang digunakan di seluruh dunia. Nama Cappuccino karena warna putih selalu berubah kecoklatan bahkan setelah 1 hari mencuci, karena seringnya penyemprotan di jalan.

Untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia, pelat Pajero Sport Eelco juga dimodifikasi. Eelco dan keluarga membuat tiga bagian penyimpanan. Penyimpanan utama adalah barang yang mudah dibawa (buku anak-anak, pakaian sehari-hari) tanpa mobil harus berhenti.

Penyimpanan kedua adalah peralatan memasak, peralatan makan, pakaian cadangan (jika pakaian sehari-hari menipis karena kotor dan tidak di binatu), peralatan perbaikan mobil, makanan. Ini ditempatkan di laci yang dirancang khusus. Di dalam laci bisa diletakkan kompor, toples ajaib kecil, bahan masakan, peralatan masak. "Ketika laci dibuka, kami siap memasak segera," kata Eelco.

Meski eksteriornya terlihat seperti mobil biasa, mobil ini juga memiliki dapur. Mereka sengaja mengatur dapur karena mereka ingin bisa memasak di mana pun mereka berada. Akhirnya keputusan diambil untuk bisa menyelipkan kompor listrik.

"Dengan kompor listrik ditambah dengan toples ajaib dan kulkas kecil, mobil harus mampu memasok (listrik) kebutuhan ini. Pilihan awal, kami menggunakan baterai kering yang bisa diisi ketika mobil bergerak. Tetapi setelah melihat ruang sempit tertinggal di kap "Opsi ini tidak dapat dibuat. Maka alternatif yang baik adalah menggunakan panel surya, "katanya.

Tak kalah mencengangkan, kali ini perjalanan keluarga Eelco juga menyediakan kamar mandi, untuk dibilas dan dibersihkan.

4. Pengadilan Jepang Menolak Permintaan untuk Pembebasan Carlos Ghosn

Pengadilan Tokyo di Jepang menolak permintaan pengacara Carlos Ghosn untuk membebaskan kliennya dari penahanan. Ghosn menyatakan bahwa dia tidak bersalah di hadapan pengadilan dalam penampilan publik pertamanya sejak memasuki tahanan pada 19 November 2018. Dengan penolakan ini, masa penjara Ghosn akan berlanjut hingga Jumat (11/12019).

"Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak berdasar," katanya seperti dikutip oleh Reuters.

Di pengadilan ini, Ghosn membacakan pernyataan yang disiapkan untuk membebaskan dirinya dari hukum. Selanjutnya, semua keputusan akan ditentukan secara hukum.

5. Sepeda motor dan mobil sekarang bisa 0%

Sekarang, konsumen dapat membeli mobil dan motor dengan DP 0%. Sekarang konsumen dapat menikmati uang muka (DP) atau uang muka sepeda motor dan mobil sebesar 0%. Kebijakan ini diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK Nomor 35 / POJK.05 / 2018 tentang Implementasi Perusahaan Pembiayaan Bisnis.

Pasal 20 peraturan tersebut menetapkan bahwa uang muka kendaraan bermotor dapat 0% tergantung pada kondisi keuangan atau perusahaan leasing.

(rgr / ddn)