Jakarta –

Para pelancong memadati rute perbatasan Bekasi – Karawang pada Jumat (31/7/2020) pagi. Tidak adanya pos isolasi membuat mereka bebas bepergian.

Pemerintah telah melarang warga pulang selama liburan Idul Fitri. Larangan ini untuk mencegah penularan virus akibat pandemi virus Corona.

Sekarang setelah memasuki tahap normal baru, pemerintah telah mulai melonggarkan peraturan tersebut. Selama liburan Idul Adha, pemerintah tidak melakukan larangan mudik. Yang berarti tidak ada pos mudik di jalan tol atau jalan non-tol.

Pemantauan DetikOto di jalan non-tol perbatasan Bekasi-Karawang, Jumat (31/7/2020) pagi, tidak ada keberadaan titik pemblokir pemudik. Tidak ada pos jaga, sehingga pengendara bebas untuk lewat tanpa hambatan, termasuk mereka yang bepergian ke luar kota.

Pelancong mudik mulai ramai dengan rute mudik Bekasi, Jumat (31/7/2020). Foto: Lutfi Anshori

Di sepanjang menelusuri jalan raya Tanjungpura – Kedunggede, Bekasi, yang terhubung langsung ke Jalan Raya Pantura, kami melihat banyak pengendara yang baru saja melakukan ritual & # 39; pulang setelah sholat Ied.

Wisatawan didominasi oleh pengguna sepeda motor, terutama pengguna sepeda motor dengan plat B, yang berarti mereka berasal dari Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Selain itu ada juga beberapa sepeda motor dengan plat nomor regional seperti T, E, dan R. Selain sepeda motor, pelancong juga nampaknya menggunakan mobil umum dan bus.

Tidak seperti pada liburan Idul Fitri kemarin, para pelancong sekarang dapat dengan bebas melintasi perbatasan Bekasi-Karawang, tanpa inspeksi oleh seorang perwira gabungan TNI, Polisi dan Dishub.

Sebelumnya Korlantas Polri telah memastikan bahwa tidak ada skema isolasi kepulangan dalam menjaga rute kepulangan pada liburan Idul Adha 1441 Hijriyah akhir pekan ini. Ini dilakukan karena pemerintah tidak melarang mudik.

"Tidak ada isolasi sama sekali. Kami (keamanan) normal, saat ini penekanannya adalah kesadaran masyarakat untuk tidak pulang," kata Kepala Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Istiono, dikutip dari kantor berita Antara.

Namun, Istiono berharap bahwa masyarakat akan terus memiliki kesadaran yang tinggi akan bahaya penularan COVID-19 sehingga gelombang kepulangan Idul Adha tidak terjadi secara masif.

Dan jika Anda benar-benar harus kembali ke rumah, Anda disarankan untuk memastikan bahwa para pemudik selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan topeng, menjaga jarak, dan selalu menggunakan pembersih tangan.

Istiono menambahkan, bagi pelancong yang tidak memakai topeng, mereka hanya akan ditegur oleh polisi. Kemudian untuk pelancong yang tidak memiliki topeng, topeng akan diberikan.

Lihat videonya "Suasana Aliran Mudik Idul Adha Terbaru di Tol Cikarang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / riar)