Jakarta – Bus listrik dari Cina, BYD, buka di Indonesia berkat PT Bakrie Autoparts. Bus listrik ini akan menjadi salah satu armada bus listrik yang akan beroperasi pada rute operasional Transjakarta. Sebagai permulaan, rute Senayan-Monas yang dipilih.

Meskipun belum benar-benar beroperasi di jalanan Indonesia, menurut Presiden Direktur PT Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, sudah ada beberapa Perusahaan Otobus (PO) yang tertarik untuk bekerja sama.

"Pelingkupan sudah ada. Di Bali dan Jawa Tengah. Tentu saja ada juga Transjakarta dan Damri. Tetapi Anda masih harus mengikuti prosesnya, ada beberapa PO yang bekerja bersama kami," kata Dino, di Jakarta, baru-baru ini.

Dino menambahkan, salah satu operator bus yang telah berkolaborasi dengan BYD adalah Pahala Kencana. Menurut skema, PT Transjakarta nantinya akan menyewa bus BYD dari PO Pahala Kencana, dan Transjakarta akan membayar rupiah per km.

Berbicara layanan purna jual, Bakrie Autoparts akan bertanggung jawab penuh. "Sekarang kita juga bisa mendapatkan dukungan dari BYD Malaysia. Kami juga mengatur tim layanan purna jual di Indonesia di bawah BYD Malaysia, semoga dalam beberapa bulan ke depan itu akan siap," pungkasnya.

Bus listrik transjakarta Foto: Pradita Utama

Sebagai informasi, BYD akan menyediakan tipe K9 sebagai armada bus listrik Transjakarta. Dan untuk bus pengumpan, itu akan menggunakan BYD C6 yang lebih kecil.

BYD K9 sendiri memiliki spesifikasi berat 18.000 kg, dengan panjang, lebar, tinggi 12.000 mm, 2.550 mm dan 3.200 mm. Daya dukung bus mencapai 50 penumpang, dengan 32 duduk dan 18 penumpang berdiri.

BYD K9 memiliki kekuatan hingga 60 kW, dengan proses pengisian baterai sekitar 4 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus ini dapat menempuh jarak 250 km dengan kecepatan maksimum 70 km / jam. (lua / lth)